Kemenhut Lanjutkan Proses Pembersihan Kayu Sisa Bencana Sumatera dan Aceh

news.fin.co.id - 07/01/2026, 10:58 WIB

Kemenhut Lanjutkan Proses Pembersihan Kayu Sisa Bencana Sumatera dan Aceh

Petugas Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Aceh mengambil sampel kayu gelondongan yang terbawa arus luapan Sungai Tamiang, di area pasantren Islam Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). Kemenhut telah mengirim tim verifikasi dan membentuk tim investigasi gabungan bersama Polri untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang ditemukan pascabencana banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Bahkan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun ikut serta dengan mengerahkan dua unit ekskavator tambahan.

Kekuatan gabungan ini memastikan setiap jengkal area yang terdampak bisa terjangkau dan dibersihkan.

Di luar alat berat utama, satu unit alat berat lainnya difokuskan untuk membersihkan parit dan halaman SMP Negeri 3 Langkahan.

Fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana menjadi prioritas pemulihan agar proses belajar mengajar bisa segera kembali normal.

Advertisement

Sekitar 50 personel tim Kemenhut lainnya tidak tinggal diam.

Mereka terjun langsung membersihkan area SD Negeri 4 Langkahan.

Hasilnya pun nyata, satu ruang perpustakaan, satu gudang olahraga, dan empat kamar mandi berhasil dibersihkan.

Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memulihkan berbagai aspek kehidupan masyarakat pascabencana.

Progres Pemulihan dan Pembangunan Hunian Sementara

Selain pembersihan, pemanfaatan kayu sisa bencana juga menjadi perhatian serius. Lembaga kemanusiaan Rumah Zakat bersama masyarakat turut berperan aktif.

Berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi pemanfaatan kayu oleh mereka mencapai sekitar tiga meter kubik, menggunakan tujuh gergaji mesin.

Secara akumulatif, pemanfaatan kayu sejak 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 diperkirakan mencapai sekitar 18,5 meter kubik.

Data ini, meskipun masih bersifat sementara, menunjukkan adanya pergerakan positif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada pasca-bencana.

Pihak Kemenhut memastikan data ini akan terus diperbarui seiring berjalannya waktu dan semakin masifnya kegiatan pemulihan.

Di sisi lain, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut.

Advertisement
Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID