Langkah sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat partikel abu vulkanik yang sangat halus.
Warga Diminta Tidak Terpancing Hoaks
Di tengah situasi erupsi, Darsono juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan di masyarakat. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Masyarakat agar menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks, serta tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.
Ia juga mengimbau warga agar selalu mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah, termasuk informasi terbaru yang disampaikan melalui kanal resmi.
Koordinasi Terus Dilakukan dengan PVMBG
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diminta untuk terus menjalin koordinasi aktif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung. Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan rutin berkomunikasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu.
Koordinasi ini penting agar informasi terkait aktivitas Gunung Ibu dapat diterima masyarakat secara cepat, akurat, dan terpercaya. Dengan begitu, langkah mitigasi bisa dilakukan lebih dini jika terjadi peningkatan aktivitas yang lebih berbahaya.
Erupsi Gunung Ibu menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di Indonesia masih sangat dinamis. Kesiapsiagaan, kedisiplinan mengikuti aturan, serta mengandalkan informasi resmi menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko bencana. (ANTARA)