Internasional . 11/01/2026, 20:58 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Seperti dilaporkan Gizmochina pada Rabu, 23 April 2025, jaringan 10G-PON juga dirancang untuk menghadapi lonjakan kebutuhan data di era kecerdasan buatan.
Teknologi ini mampu menangani volume data masif yang dibutuhkan oleh:
Artificial Intelligence (AI)
Large Language Model (LLM)
Sistem komputasi awan generasi terbaru
Kecepatan dan efisiensi jaringan menjadi kunci agar AI bisa belajar, memproses, dan merespons data secara optimal dalam waktu singkat.
Xiong’an bukan kota biasa. Kota ini merupakan proyek strategis nasional yang digagas langsung oleh Presiden Xi Jinping sejak 2017. Tujuannya jelas: menciptakan kota masa depan berbasis teknologi tinggi.
Meski saat ini jumlah penduduknya belum terlalu besar, keberadaan jaringan internet 10G diyakini akan:
Menarik investasi teknologi skala global
Mendorong relokasi perusahaan dan talenta digital
Mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan
Bayangkan kota di mana bekerja, belajar, belanja, dan hiburan semuanya berjalan di atas koneksi supercepat—tanpa hambatan teknis.
Untuk menambah pemahaman, 10G-PON (Passive Optical Network) adalah teknologi jaringan serat optik yang memungkinkan distribusi sinyal tanpa memerlukan daya listrik tambahan di titik distribusi.
Keunggulannya meliputi:
Lebih hemat energi dan biaya operasional
Kapasitas lebih besar dibanding jaringan fiber konvensional
Latensi sangat rendah, ideal untuk telemedicine dan operasi jarak jauh
Teknologi ini membuat internet bukan hanya cepat, tetapi juga efisien dan berkelanjutan.
Langkah China ini diyakini akan memicu perlombaan teknologi baru di tingkat global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang diprediksi akan mempercepat riset dan pengembangan jaringan generasi berikutnya.
Namun, tantangan tetap ada, mulai dari:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media