Mencekam! Korban Tewas Protes Iran Tembus 45 Orang, Internet Diputus Total

news.fin.co.id - 11/01/2026, 20:42 WIB

Mencekam! Korban Tewas Protes Iran Tembus 45 Orang, Internet Diputus Total

Demo Iran

fin.co.id - Situasi di Iran kian memanas. Jumlah korban tewas akibat gelombang protes nasional dilaporkan meningkat tajam menjadi 45 orang, berdasarkan laporan organisasi non-pemerintah Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia.

Angka ini menjadikan demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Desember sebagai salah satu yang paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan tersebut, sebagaimana dilansir Anadolu dan CNA, menyebut bahwa demonstrasi telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, Rabu disebut sebagai hari paling berdarah sejak protes dimulai, dengan 13 demonstran dipastikan tewas dalam satu hari.

Advertisement

Iran Human Rights menuding pasukan keamanan Iran melakukan tindakan represif berlebihan terhadap massa aksi. Menurut IHR, dari total 45 korban tewas, delapan di antaranya adalah anak di bawah umur.

“Bukti menunjukkan bahwa cakupan penindakan semakin brutal dan meluas setiap hari,” ujar Direktur IHR, Mahmood Amiry-Moghaddam.

Ia menambahkan bahwa selain korban tewas, ratusan orang mengalami luka-luka, sementara lebih dari 2.000 orang telah ditangkap sejak demonstrasi pecah.

Ironisnya, pihak berwenang Iran hingga kini belum mengeluarkan data resmi terkait jumlah korban sipil. Media pemerintah dan pernyataan resmi hanya mengakui 21 orang tewas, termasuk anggota pasukan keamanan.

Laporan IHR menyebutkan bahwa sebagian besar korban luka disebabkan oleh tembakan peluru karet dan peluru plastik. Namun, sejumlah kasus menunjukkan penggunaan peluru tajam.

Salah satu insiden paling mengejutkan terjadi di Abadan, di mana seorang perempuan demonstran dilaporkan ditembak tepat di bagian mata saat mengikuti aksi pada Rabu malam.

Kelompok HAM juga menuduh aparat melakukan penggerebekan rumah sakit untuk menangkap demonstran yang sedang menjalani perawatan medis.

“Pasukan keamanan Iran telah melukai dan membunuh baik demonstran maupun warga sipil,” tegas Amnesty International, yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan melanggar hukum.

Gelombang protes ini bermula dari penutupan pasar Teheran pada 28 Desember, dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial ke titik terendah sepanjang sejarah.

Advertisement

Saat ini, nilai tukar mata uang Iran bahkan telah menembus 1.350.000 rial per dolar AS, memicu lonjakan harga bahan pokok dan kemarahan publik.

Dari Teheran, protes kemudian menyebar ke seluruh negeri. IHR mencatat bahwa demonstrasi kini terjadi di seluruh 31 provinsi Iran, dengan total 2.217 orang ditahan.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID