Bupati Tangerang Tinjau Banjir Jayanti, Rencanakan Bangun Tanggul dan Pintu Air

news.fin.co.id - 16/01/2026, 15:33 WIB

Bupati Tangerang Tinjau Banjir Jayanti, Rencanakan Bangun Tanggul dan Pintu Air

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid melakukan kunjungan langsung ke titik banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Bupati Tangerang Maesyal Rasyid melakukan kunjungan langsung ke titik banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti. Selain menyerahkan bantuan logistik, ia juga turut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum dan makan bersama warga terdampak sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat.

Bupati didampingi oleh Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Iwan Firmansyah, serta Camat Jayanti. Kehadirannya disambut hangat oleh warga setempat.

"Hari ini kami bisa bertemu langsung dengan masyarakat untuk melihat kondisi banjir secara langsung. Beberapa aspirasi telah disampaikan, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri," ujar Maesyal Rasyid, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurutnya, permohonan tersebut akan segera dibahas dan ditindaklanjuti. Namun, karena kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat, perlu koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Advertisement

"Mudah-mudahan pembangunan bisa direalisasikan tahun ini, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar prosesnya berjalan lancar sesuai ketentuan," tambahnya.

Bupati mengungkapkan bahwa selama lima hari terakhir, pihaknya terus memantau dan mengunjungi wilayah terdampak banjir di berbagai kecamatan, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, hingga Jayanti. "Kami tidak hanya datang lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi dan menindaklanjutinya," jelasnya.

Secara keseluruhan, banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa. "Ini tanggung jawab kita bersama, dari pemerintah daerah hingga seluruh unsur terkait. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Iwan Firmansyah menjelaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan kerja sama lintas sektor. "Kami berkoordinasi dengan BBWS C3 untuk sungai besar, sedangkan drainase perumahan dan anak sungai kecil menjadi tanggung jawab kami," ujarnya.

Menurut Iwan, penyebab banjir tidak hanya dari drainase, tetapi juga alih fungsi lahan, berkurangnya daerah tangkapan air, dan perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan. "Solusi ke depan meliputi normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, serta perubahan perilaku masyarakat untuk lebih menjaga lingkungan," tutupnya.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.