Peringatan Dini BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

news.fin.co.id - 19/01/2026, 07:45 WIB

Peringatan Dini BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG memperingatkan potensi hujan meluas di Indonesia. Foto: Pexels/ Andrei.

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan serius. Mayoritas wilayah Indonesia diprakirakan dikepung hujan pada Senin, seiring kombinasi dinamika atmosfer yang kian kompleks. Kondisi ini bukan sekadar hujan biasa, karena BMKG mencatat keberadaan tiga sistem siklon tropis yang ikut memicu peningkatan intensitas cuaca ekstrem.

Prakirawan cuaca BMKG, Selly Brilian, menyampaikan peringatan tersebut melalui siaran daring yang dipantau dari Jakarta. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari.

Daftar Wilayah yang Diprediksi Diguyur Hujan Ringan

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan akan mengguyur banyak kota besar dan wilayah strategis di Tanah Air. Kota Medan, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, hingga Bandar Lampung masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi basah sejak pagi hari.

Advertisement

Di Pulau Jawa, hujan ringan juga berpeluang turun di Serang, Jakarta, dan Bandung. Sementara itu, wilayah Kalimantan seperti Tanjung Selor dan Samarinda turut masuk dalam cakupan prakiraan hujan.

Tak hanya di Indonesia bagian barat dan tengah, wilayah timur pun tak luput. Denpasar, Makassar, Kendari, Maluku, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke diprediksi mengalami hujan dengan intensitas serupa.

Hujan Sedang hingga Lebat Mulai Mengancam

BMKG juga mencatat adanya peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah. Kota Semarang dan Surabaya diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Lebih serius lagi, hujan lebat disertai petir berpotensi terjadi di Kota Yogyakarta dan Kupang. Kondisi ini berisiko memicu gangguan aktivitas masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk.

Sementara itu, sejumlah kota besar lainnya seperti Banda Aceh, Padang, Tanjung Pinang, Pontianak, Palangka Raya, Banjarmasin, Palembang, Mataram, dan Palu diprakirakan berada dalam kondisi berawan tebal hingga berkabut.

Tiga Siklon Tropis Jadi Pemicu Utama

BMKG menilai kondisi cuaca ekstrem ini tak lepas dari kombinasi dinamika atmosfer, khususnya keberadaan tiga sistem siklon tropis yang memengaruhi wilayah Indonesia secara langsung maupun tidak langsung.

Siklon Tropis Nokaen menjadi sorotan utama. Sistem ini tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91W sejak 15 Januari 2026. Saat ini, Nokaen terpantau berada di sekitar 10,3 derajat Lintang Utara dan 128,8 derajat Bujur Timur, tepatnya di timur Filipina dan utara Sulawesi Utara.

Advertisement

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum siklon ini mencapai 40 knot atau sekitar 56 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 1.000 hPa. Dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam ke depan, intensitasnya diperkirakan tetap bertahan pada kategori satu.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 96S juga terpantau aktif. Sistem ini berada di sekitar 15,2 derajat Lintang Selatan dan 113,0 derajat Bujur Timur di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 15 knot atau sekitar 37 kilometer per jam, dengan tekanan minimum 1.002 hPa.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern