Iran Peringatkan AS, Serangan ke Khamenei Sama dengan Perang Besar!

news.fin.co.id - 20/01/2026, 21:16 WIB

Iran Peringatkan AS, Serangan ke Khamenei Sama dengan Perang Besar!

Pemimpin Iran Al Khamenei

fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) terkait potensi serangan militer terhadap negaranya. Dalam pernyataan tegas pada Minggu, 18 Januari 2025,

Pezeshkian menegaskan bahwa setiap serangan AS yang menargetkan Iran, terlebih jika sampai mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, akan dianggap sebagai perang berskala besar terhadap bangsa Iran.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling keras dari Teheran di tengah meningkatnya eskalasi politik, militer, dan tekanan internasional yang kembali mengarah ke Iran.

Advertisement

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru akan pecahnya konflik terbuka yang dapat mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah.

Melalui unggahan di platform X (dulu Twitter), Presiden Masoud Pezeshkian secara terbuka menyampaikan sikap resmi negaranya.

Ia menegaskan bahwa Ayatollah Ali Khamenei bukan sekadar tokoh politik, melainkan simbol persatuan nasional Iran.

“Sebuah serangan terhadap pemimpin tertinggi kami adalah sama dengan perang berskala besar terhadap bangsa Iran,” tulis Pezeshkian.

Dalam pernyataan yang sama, Pezeshkian juga menuding Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tekanan ekonomi, politik, dan kondisi sulit yang dialami rakyat Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut sanksi dan ancaman militer sebagai bentuk agresi terselubung terhadap kedaulatan Iran.

Ancaman Presiden Iran ini muncul di tengah situasi domestik yang juga sedang bergejolak.

Pengadilan Iran dilaporkan tetap melanjutkan proses eksekusi terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai dalang kerusuhan dalam negeri. Langkah ini menuai sorotan internasional dan memicu kritik dari negara-negara Barat.

Advertisement

Di sisi lain, akses internet di Iran sempat dibuka secara terbatas pada Ahad, namun kembali diputus secara total tak lama kemudian.

Salah satu operator seluler terbesar di Iran, Irancell, disebut tidak mematuhi kebijakan pemerintah terkait pembatasan internet, sehingga otoritas mengambil langkah tegas dengan memutus jaringan secara menyeluruh.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID