fin.co.id - Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait anak-anak yang terpapar paham terorisme dan radikalisme di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Paparan tersebut diketahui berasal dari grup Telegram yang menyebarkan ideologi ekstrem, termasuk Neo-Nazi.
Temuan ini disampaikan Tenaga Ahli Pemenuhan Hak Korban Kekerasan Perempuan dan Anak UPT PPPA DKI Jakarta, Chairul Luthfi, saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu.
“Salah satunya di Jakarta Selatan, terdapat anak yang menjadi korban paparan terorisme dan radikalisme. Awalnya berasal dari grup Telegram, kemudian berkembang hingga mempelajari paham Neo-Nazi,” ujar Chairul.
Chairul menjelaskan, ideologi radikal kini tidak hanya menyebar melalui lingkungan fisik, tetapi semakin masif di ruang digital, khususnya melalui aplikasi komunikasi daring seperti Telegram yang relatif sulit diawasi.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok rentan karena kemudahan akses informasi tanpa filter yang memadai.
“Selain ruang publik, dunia maya juga harus menjadi perhatian serius orang tua. Banyak modus yang menyasar anak melalui platform digital,” tegasnya.
Berdasarkan penelusuran bersama Densus 88 Antiteror Polri, ditemukan lima anak korban paparan radikalisme, dengan dua kasus telah ditangani langsung oleh PPAPP DKI Jakarta, masing-masing di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.