Mengenal Fenomena 'Superflu' H3N2 yang Melanda Indonesia, Seberapa Bahaya?

news.fin.co.id - 29/01/2026, 09:31 WIB

Mengenal Fenomena 'Superflu' H3N2 yang Melanda Indonesia, Seberapa Bahaya?

Mengenal Fenomena 'Superflu' H3N2 yang Melanda Indonesia, Seberapa Bahaya?

Batuk kering dan pilek (hidung tersumbat).

Rasa sakit atau nyeri pada tenggorokan.

Sakit kepala hebat disertai nyeri otot dan sendi.

Kelelahan ekstrem atau tubuh terasa lemas tidak berdaya.

Advertisement

Karena kemiripan gejala ini, tenaga medis tidak dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi varian subclade K hanya melalui pemeriksaan fisik luar. Penentuan varian hanya bisa melalui uji laboratorium spesifik.

Mekanisme Penularan dan Kelompok Risiko

Virus influenza memanfaatkan percikan udara atau droplet sebagai kendaraan utama untuk berpindah inang. Saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau sekadar berbicara, virus akan meluncur ke udara dan berpotensi terhirup oleh orang di sekitarnya.

Selain itu, menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi lalu memegang area wajah (hidung, mulut, mata) juga menjadi jalur penularan yang sering terjadi. Kemenkes mengingatkan beberapa kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius, yakni balita, lansia di atas 60 tahun, penderita penyakit kronis (seperti diabetes atau asma), serta orang dengan gangguan sistem imun.

Meluruskan Hoaks: Superflu vs COVID-19

Di tengah maraknya informasi, muncul klaim yang menyebut superflu lebih mematikan daripada COVID-19. Para pakar kesehatan membantah keras narasi tersebut. Data ilmiah menunjukkan bahwa tingkat fatalitas influenza A(H3N2) saat ini tidak melampaui tingkat bahaya COVID-19. Keduanya merupakan penyakit yang berbeda dengan protokol penanganan dan alat diagnosa yang juga berbeda.

Strategi Pencegahan: Vaksin Tetap Jadi Andalan

Guna menekan laju penularan, otoritas kesehatan merekomendasikan beberapa langkah preventif yang mutlak masyarakat lakukan:

1. Imunisasi Influenza Tahunan Vaksinasi tetap menjadi benteng pertahanan paling efektif. Vaksin flu tahunan terbukti mampu mengurangi risiko sakit berat dan mencegah pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Masyarakat wajib membiasakan cuci tangan dengan sabun, menjaga etika saat bersin, dan mengenakan masker jika merasa kurang sehat. Hindari kebiasaan menyentuh wajah sebelum memastikan tangan dalam kondisi bersih.

Advertisement
Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.