fin.co.id - Dunia sains dan lingkungan global kembali tersentak. Fenomena Megatsunami Greenland mendadak menjadi sorotan utama dan menempati puncak tren pencarian internasional.
Peristiwa alam ekstrem yang terjadi di Kutub Utara ini bukan hanya menciptakan gelombang setinggi gedung pencakar langit, tetapi juga membuat seluruh Bumi bergetar selama sembilan hari berturut-turut.
Laporan ilmiah terbaru mengungkap fakta mengejutkan: longsoran raksasa di wilayah Greenland Timur memicu tsunami setinggi 200 meter dan menghasilkan sinyal seismik aneh yang terekam sensor di hampir seluruh penjuru planet.
Fenomena ini sempat dianggap gangguan alat, namun kini dikonfirmasi sebagai bukti nyata eskalasi krisis iklim global di tahun 2026.
Misteri Getaran Bumi 9 Hari Akhirnya Terjawab
Peristiwa langka ini terjadi di Dickson Fjord, kawasan terpencil di Greenland Timur. Berdasarkan publikasi jurnal ilmiah terbaru yang menjadi rujukan para geolog dunia, getaran tersebut bukan berasal dari gempa tektonik biasa.
Para peneliti menemukan sinyal Very Long Period (VLP) yang tidak lazim. Berbeda dengan gempa bumi yang cenderung acak, sinyal ini terdengar seperti dengungan satu nada yang stabil dan berulang setiap 90 detik.
Getaran ini bahkan terekam oleh jaringan seismograf global, dari kawasan Arktik hingga Antartika.
“Ini pertama kalinya dalam sejarah seismologi modern, satu peristiwa alam mampu membuat Bumi bergetar selama lebih dari sepekan. Planet ini benar-benar seperti lonceng raksasa,” ujar Dr. Kristian Svennevig, peneliti utama Survei Geologi Denmark dan Greenland (GEUS).