fin.co.id - Jagat maya sedang menyoroti tajam sosok perempuan berinisial Luna (20) yang diduga menjadi dalang di balik penyebaran hoaks es gabus milik Pak Sudarjad (49). Aksi Luna yang menuduh dagangan pedagang kecil itu berbahan "busa bedak" atau spons berbuntut panjang, mulai dari hancurnya reputasi sang pedagang hingga memicu tindakan kontroversial oknum aparat di lapangan.
Setelah identitas dan lokasi tempat tinggalnya di kawasan Bonsay, Cempaka Baru, Kemayoran terungkap, Luna justru memilih menghilang. Ia terpantau menonaktifkan seluruh akun media sosial pribadinya guna menghindari amukan netizen yang geram atas fitnah yang ia lontarkan.
Kasus ini mencuat setelah akun Threads @apri_idn_ mengunggah hasil penelusuran saksi mata di lokasi kejadian pada Rabu 28 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, Luna teridentifikasi sebagai orang pertama yang meremas es gabus milik Sudarjad sambil melontarkan narasi provokatif. Ia menyebut es legendaris yang sudah Sudarjad jajakan selama 30 tahun itu sebagai barang sintetis yang berbahaya.
"Salah satu orang di dalam video itu (Luna) yang menggiring narasi kalau kue itu berbusa. Alhamdulillah saya dapat nama dan daerah rumah tinggalnya," tulis akun tersebut dalam unggahannya yang viral.
Narasi menyesatkan ini menciptakan efek bola salju. Provokasi Luna tidak hanya memengaruhi persepsi warga sekitar, tetapi juga memancing oknum personel Bhabinkamtibmas di Kemayoran untuk melakukan tindakan di luar prosedur. Oknum petugas tersebut sempat melakukan aksi pembakaran es di depan umum yang justru mempermalukan Sudarjad, meski es tersebut terbukti meleleh secara normal.
Luna diduga sembunyi dengan menonaktifkan seluiruh akun media sosial pribadinya guna menghindari warga netizen.
BIN 'Intelijen Netizen' Bongkar Identitas Wanita Pemfitnah Penjual Es Gabus, Ternyata Warga Jakpus?
Polda Metro Jaya Minta Maaf, Hotman Paris Pasang Badan
Dampak serius dari hoaks ini memaksa Polda Metro Jaya turun tangan untuk meredam kegaduhan publik. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan kurang tepat yang
dilakukan anggotanya akibat termakan provokasi informasi palsu.
"Kami memohon maaf apabila tindakan personel kami menimbulkan persepsi yang kurang baik. Saat ini Bid Propam tengah mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau penganiayaan dalam kasus ini," ujar Budi Hermanto, Rabu (28/1).
Di sisi lain, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyatakan perang terhadap ketidakadilan yang menimpa Pak Sudarjad. Hotman merasa geram melihat rakyat kecil menjadi korban fitnah konten kreator dan oknum aparat. Melalui program "Hotman 911", ia menawarkan bantuan hukum gratis kepada keluarga Sudarjad.
Hotman tidak main-main dalam memberikan perlindungan. Ia berjanji akan mengirimkan 10 pengacara sekaligus untuk mendampingi Sudarjad secara hukum. Hotman menegaskan bahwa langkah ini ia ambil murni demi kemanusiaan, bukan untuk mencari popularitas.
"Kalau pengusaha bayar saya mahal, tapi kalau rakyat susah seperti ini, sudah ribuan orang kita tolong tanpa bayaran. Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara untuk menemui bapak hari ini juga," tegas Hotman dengan nada bicara yang lugas.