TERKUAK! Penjual Es Gabus Berbohong: Ngakunya Ngekos Padahal Tinggal di Rumah Sendiri, KDM Murka

news.fin.co.id - 30/01/2026, 10:27 WIB

TERKUAK! Penjual Es Gabus Berbohong: Ngakunya Ngekos Padahal Tinggal di Rumah Sendiri, KDM Murka

KDM dan Suderajat

fin.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi langsung penjual es gabus bernama Suderajat yang sempat viral setelah menjadi korban intimidasi dan fitnah oleh dua oknum aparat.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebenaran cerita yang beredar luas di media sosial.

Namun, pertemuan tersebut justru berujung pada kemarahan orang nomor satu di Jawa Barat itu.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menilai ada sejumlah keterangan Suderajat yang tidak sesuai dengan fakta, khususnya terkait kondisi tempat tinggalnya.

Advertisement

Sejak awal, KDM mengaku menerima informasi bahwa Suderajat hidup dalam keterbatasan dan tinggal di rumah kontrakan bersama istri serta anak-anaknya. Fakta di lapangan ternyata menunjukkan cerita yang berbeda.

Fakta soal kepemilikan rumah Suderajat terungkap setelah Ketua RW setempat menyampaikan penjelasan langsung kepada KDM. Ketua RW menyebut, Suderajat sebenarnya telah memiliki rumah sendiri sejak lama.

“Sebenarnya orang tuanya (Suderajat) beliin rumah tahun 2007. Setelah dibelikan, dia tinggal bersama istrinya dan ketiga anaknya saat itu,” kata Ketua RW kepada KDM seperti dalam video YouTubenya dikutip pada Jumat 30 Januari 2026.

Informasi itu membuat KDM bereaksi keras. Ia menilai Suderajat telah menyampaikan keterangan yang tidak jujur terkait status tempat tinggalnya.

“Babe bilangnya ngontrak, bohong sih. Kenapa sih be bohong terus,” ujar KDM.

Selain itu, terungkap pula bahwa Suderajat pernah menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Fakta ini semakin memperkuat penilaian KDM bahwa narasi yang disampaikan Suderajat sebelumnya tidak sepenuhnya benar.

Di hadapan KDM, Suderajat berulang kali menyampaikan permintaan maaf. Ia berdalih rumahnya sempat dalam kondisi rusak parah sehingga membutuhkan bantuan Rutilahu sebelum kisahnya menjadi perhatian publik.

Namun, penjelasan tersebut tak sepenuhnya meredakan kekecewaan KDM. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada kondisi rumah, melainkan pada kejujuran dalam menyampaikan fakta.

KDM juga menyoroti pengakuan Suderajat yang sebelumnya menyebut hanya menerima warisan uang sebesar Rp200.000 dari orang tuanya.

Advertisement

“Orang tua sudah ngasih rumah, tapi Babeh bilangnya enggak dikasih, cuma Rp 200 ribu. Habis itu orang tuanya beli rumah di Bogor, dijual sama saudaranya,” tegas KDM.

Ia menekankan bahwa kebohongan tidak boleh dianggap hal sepele, terlebih jika digunakan untuk membangun simpati publik. Menurut KDM, kejujuran adalah syarat utama sebelum seseorang meminta atau menerima bantuan.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca