Cara Penularan Virus Nipah: Dari Kelelawar hingga Antarmanusia, Ini Jalur Penyebarannya

news.fin.co.id - 02/02/2026, 13:35 WIB

Cara Penularan Virus Nipah: Dari Kelelawar hingga Antarmanusia, Ini Jalur Penyebarannya

Virus Nipah dan cara penularannya

Virus Nipah juga dapat menyebar dari manusia ke manusia, terutama melalui kontak erat dengan pasien terinfeksi, cairan pernapasan, atau perawatan tanpa perlindungan memadai. Jalur ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mempercepat penyebaran wabah.

“Interaksi intens antara manusia, hewan, dan lingkungan menjadi kunci munculnya penyakit zoonotik seperti Nipah,” kata Indi.

Masa Inkubasi dan Tingkat Kematian Virus Nipah

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari. Gejala awal umumnya menyerupai flu, namun pada kondisi berat dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan akut hingga radang otak.

Advertisement

Yang mengkhawatirkan, tingkat kematian virus Nipah dapat mencapai 40–75 persen.

“Hingga kini belum tersedia vaksin atau obat spesifik untuk virus Nipah,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.

Jangan Konsumsi Aren Tanpa Dimasak

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi langsung nira aren atau buah tanpa dimasak. Risiko penularan meningkat jika produk tersebut terkontaminasi cairan tubuh kelelawar.

Selain itu, masyarakat juga diminta:

  • Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan hewan
  • Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi
  • Memasak daging hingga matang sempurna
  • Menghindari kontak dengan hewan yang sakit, terutama kelelawar dan babi

Perkuat Imunitas dan Waspadai Gejala

Pencegahan penularan virus Nipah juga bergantung pada kewaspadaan individu. Kemenkes menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, dan rutin berolahraga.

Bagi masyarakat yang baru bepergian dari negara dengan laporan kasus Nipah, disarankan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, muntah, kejang, atau penurunan kesadaran dalam 14 hari setelah perjalanan.

Meski bukan penyakit baru, cara penularan virus Nipah masih relevan dan perlu dipahami masyarakat luas. Dari kelelawar, hewan ternak, makanan, hingga antarmanusia, jalur penyebaran virus ini ada di sekitar kita.

Edukasi, kewaspadaan, dan pencegahan dini menjadi kunci utama untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Advertisement
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi