-
Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Kesehatan (Saintek)
Biologi dan/atau Kimia
-
Fisika / MIPA Murni
Fisika
-
Ilmu Hukum
-
Kurikulum Merdeka: Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila
-
Kurikulum 2013:
-
IPA & Bahasa → Pendidikan Pancasila
-
IPS → Sosiologi dan/atau Pendidikan Pancasila
-
-
-
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi dan/atau Matematika
-
Psikologi
Sosiologi dan/atau Matematika
-
Teknik, Rekayasa, Arsitektur
Matematika Tingkat Lanjut dan/atau Fisika (sesuai jenis prodi)
-
Komputer dan Ilmu Formal
Matematika, terutama Matematika Tingkat Lanjut
-
Humaniora dan Seni
Seni Budaya, Sejarah atau Sejarah Indonesia,
Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut dan/atau Bahasa Asing yang relevan
Catatan penting:
Siswa wajib memilih dua mapel pilihan yang benar-benar relevan dengan prodi tujuan. Mapel tersebut sebaiknya memang diambil di sekolah dan tercatat dalam rapor. Jika tidak memiliki riwayat nilai, maka mapel tersebut berpotensi tidak diperhitungkan dalam seleksi.
Empat Perubahan Penting SNBP 2026
Mengacu pada pengumuman SNPMB dan Kemendikdasmen, terdapat sedikitnya empat perubahan utama dalam sistem SNBP 2026:
1. Penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Mulai 2026, TKA menjadi instrumen tambahan di jalur SNBP untuk memperkuat penilaian prestasi siswa.
2. TKA Tidak Wajib, tapi Sangat Penting
Meski tidak bersifat wajib, skor TKA dapat meningkatkan peluang lolos SNBP, terutama bagi siswa yang bersaing di prodi favorit.
3. Validasi Nilai Rapor
TKA juga berfungsi sebagai alat validasi agar nilai rapor mencerminkan kapasitas akademik siswa secara lebih objektif.
4. Pengumuman Aturan Lebih Awal
Aturan SNPMB 2026 diumumkan sejak 16 September 2025, lebih awal dari biasanya, agar sekolah dan siswa punya waktu persiapan yang matang.
Bisa Pilih Dua Prodi di Satu atau Dua Kampus
Dalam SNBP 2026, siswa eligible diperbolehkan memilih maksimal dua program studi, baik di satu PTN maupun dua PTN berbeda, dengan ketentuan: