Ketua Komisi X DPR Soroti Kematian Siswa SD di NTT, Tegaskan Negara Lalai Lindungi Hak Pendidikan Anak

news.fin.co.id - 04/02/2026, 14:51 WIB

Ketua Komisi X DPR Soroti Kematian Siswa SD di NTT, Tegaskan Negara Lalai Lindungi Hak Pendidikan Anak

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian (kiri) memimpin sidang rapat kerja bersama Menpora

fin.co.id - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai peristiwa meninggalnya seorang siswa kelas IV sekolah dasar (SD) yang diduga mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli alat tulis sebagai peringatan serius bagi pemerintah, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan.

Peristiwa memilukan tersebut diketahui terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menyita perhatian publik karena menyangkut hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Tragedi ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bagi negara dan masyarakat. Peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa diterima di negara mana pun," katanya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 4 Febuari 2026.

Hetifah menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pendidikan anak merupakan tanggung jawab negara yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh, bukan justru terbebani oleh persoalan ekonomi.

Advertisement

"Anak usia 10 tahun seharusnya dilindungi dan dibantu, bukan sampai merasa putus asa hanya karena buku dan pena," tegasnya.

Ia menilai, kasus ini menjadi cerminan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, perlindungan sosial, serta kepedulian lingkungan di sekitar anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Pendidikan dasar seharusnya benar-benar gratis dan inklusif, tanpa membebani anak dari keluarga miskin," ucapnya.

Lebih lanjut, Hetifah mendorong agar ke depan sistem pendidikan nasional benar-benar menjamin pendidikan dasar tanpa biaya, termasuk penyediaan perlengkapan belajar, guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.

"Perlindungan sosial harus aktif dan tepat sasaran bagi keluarga rentan tanpa menunggu tragedi terjadi," pungkasnya.

Selain peran pemerintah, ia juga menekankan pentingnya membangun kepedulian sosial yang kuat, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

"Di sekolah dan masyarakat agar setiap anak yang kesulitan segera dibantu dan tidak pernah merasa sendirian menghadapi kemiskinan," imbuhnya.

Fajar Ilman/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID