Menkes Budi Gunadi Blak-blakan: Saya Malu, Pengobatan Kanker RI Kalah dari Bangladesh

news.fin.co.id - 04/02/2026, 15:08 WIB

Menkes Budi Gunadi Blak-blakan: Saya Malu, Pengobatan Kanker RI Kalah dari Bangladesh

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Ann/Disway Group

fin.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin secara terbuka mengakui ketertinggalan Indonesia dalam penanganan kanker, khususnya pada anak, dibandingkan sejumlah negara lain seperti Vietnam dan Bangladesh. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang memalukan bagi negara sebesar Indonesia.

Menurut Budi, beberapa negara tersebut telah lebih maju dalam penerapan transplantasi sumsum tulang belakang untuk pengobatan kanker pada anak. Sementara di Indonesia, metode tersebut baru mulai dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.

"Waktu saya masuk, itu kita hampir tidak ada melakukan bone marrow transplant (transplantasi sumsum tulang belakang) buat anak. Kita melakukan bone marrow transplant untuk kanker darah ini dewasa di rumah sakit, setahun lima, kalah sama Bangladesh yang 17, kalah sama Vietnam, kalah sama Thailand yang beratusan, Malaysia," ujar Menkes Budi, ditemui di South Quarter, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menilai kondisi tersebut ironis, mengingat Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara tersebut.

Advertisement

"Jadi saya malu sebagai menteri kesehatan negara besar, kenapa treatment untuk kanker darah yang paling ujung, yang namanya bone marrow transplant, kita pun sedikit sekali," tambahnya.

Menyikapi hal tersebut, Budi meminta Rumah Sakit Kanker Dharmais untuk segera mengembangkan dan melaksanakan transplantasi sumsum tulang belakang bagi pasien anak. Ia mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sebenarnya pernah dilakukan, meski sangat terbatas dan terjadi puluhan tahun lalu.

"Saya tanya, Dharmais sama RSC pernah nggak? Pernah, berapa puluh tahun yang lalu jawabnya. Jadi saya paksa Dharmais untuk menjalankan bone marrow transplant," kata Menkes Budi.

Ia menjelaskan, dalam dua tahun terakhir, prosedur transplantasi sumsum tulang belakang telah kembali dijalankan di RS Dharmais. Untuk pasien dewasa, tingkat keberhasilannya dinilai cukup tinggi. Namun, untuk pasien anak, tantangannya masih besar karena risiko infeksi yang lebih tinggi pasca transplantasi.

"Dua tahun yang lalu kalau nggak salah. Sekarang mereka sudah jalankan, untuk dewasa keberhasilannya sudah tinggi. Tapi anak keberhasilannya masih rendah. Karena anak lebih tidak tahan infeksi sesudah di transplant," pungkasnya.

Hasyim Ashari/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID