PINTU LANGIT TERBUKA, DOA TEMBUS ARSY! Mengapa Rasulullah SAW Memerintahkan AMALAN Ini saat Gerhana Matahari?

news.fin.co.id - 04/02/2026, 20:06 WIB

PINTU LANGIT TERBUKA, DOA TEMBUS ARSY! Mengapa Rasulullah SAW Memerintahkan AMALAN Ini saat Gerhana Matahari?

PINTU LANGIT TERBUKA, DOA TEMBUS ARSY, Mengapa Rasulullah SAW Memerintahkan Amalan Ini saat Gerhana Matahari

Berbeda dengan sholat Jumat, khutbah pada sholat gerhana diletakkan di akhir sebagai penutup rangkaian ibadah.

Isi khutbah tidak semata membahas aspek astronomi, tetapi lebih ditekankan pada motivasi spiritual.

Khatib bertugas mengajak jamaah untuk bertaubat secara massal, meningkatkan sedekah, dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan. Ini menjadi momen “reset” moral bagi komunitas Muslim.

Mandi Sunnah Sebelum Menghadap Sang Khalik

Advertisement

Sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat gerhana, umat Islam sangat dianjurkan melakukan mandi sunnah.

Hal ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap ibadah yang akan dijalani.

Berbeda dengan sholat hari raya, setelah mandi gerhana umat tidak disunnahkan berhias secara berlebihan, melainkan cukup tampil rapi dan bersih.

Niat mandi sunnah gerhana matahari: 

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِصَلَاةِ الْكُسُوْفِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla lishalatil kusufi sunnatan lillahi ta‘ala

Artinya: “Aku niat mandi untuk shalat gerhana matahari sunnah karena Allah Ta’ala.”

Sedekah dan Kepedulian Sesama

Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan ritual ibadah di dalam masjid, tetapi juga aksi nyata di luar.

Sedekah menjadi salah satu amalan yang sangat ditekankan saat gerhana. Memberikan sebagian harta kepada mereka yang membutuhkan diyakini dapat menolak bala dan menjadi bukti ketulusan iman.

Dalam konteks sejarah yang tertuang dalam kitab Al-Adzkar karya Kasimun, Nabi Muhammad SAW bahkan memerintahkan untuk memerdekakan budak saat gerhana matahari terjadi.

Advertisement
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID