fin.co.id - Masyarakat pengguna angkutan umum di Jakarta dan sekitarnya akan memiliki tambahan pilihan rute transportasi massal, seiring dengan akan dioperasikannya rute Transjabodetabek Blok M - Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, rute baru ini akan berhenti di tiga terminal bandara.
“Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal. Jadi satu rangkaian itu,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026, dikutip Antara.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyiapkan kerja sama dengan pihak Angkasa Pura untuk mendukung operasional layanan tersebut.
Pramono menjelaskan, keputusan membuka rute Transjabodetabek Blok M - Soetta sudah ditetapkan dalam rapat koordinasi terkait transportasi Jabodetabek. Salah satu yang dibahas adalah titik pemberhentian bus di kawasan bandara.
Terkait titik pemberhentian penumpang di dalam bandara, Pramono mengatakan hal itu akan dikoordinasikan bersama pengelola bandara.
“Nanti akan ada kerja sama antara Transjakarta dengan Angkasa Pura,” jelas Pramomo.
Pemprov DKI Siapkan 20 Bus untuk Rute Blok M-Bandara Soetta
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 20 unit bus untuk rute baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta.
“Mengenai armada yang disiapkan untuk trayek ini adalah 20 unit. Dengan demikian, setiap 5, maksimum 10, menit itu selalu ada,” kata Pramono.
Selain itu, menurut Pramono, sampai dengan saat ini belum ada keputusan terkait kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.
Untuk Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta, diberlakukan tarif normal, yakni Rp2.000 sebelum pukul 07.00 WIB dan Rp3.500 di atas pukul 07.00 WIB.