Geger Dugaan Pelecehan Guru SMA di Kawasan Pasar Rebo, Pelajar Demo Tuntut Keadilan

news.fin.co.id - 10/02/2026, 13:40 WIB

Geger Dugaan Pelecehan Guru SMA di Kawasan Pasar Rebo, Pelajar Demo Tuntut Keadilan

Skandal dugaan pelecehan seksual Foto: Ilustrasi@Sasun Bughdaryan

fin.co.id - Gelombang protes melanda salah satu SMA di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, menyusul mencuatnya dugaan kasus pelecehan yang melibatkan oknum guru. Ratusan pelajar menggelar aksi demonstrasi pada Senin 9 Februari 2026 sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang menjadi korban.

Sambil membawa poster tuntutan, para siswa mendesak pihak sekolah dan kepolisian untuk bertindak transparan serta mengusut tuntas skandal yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.

Dugaan praktik pelecehan ini ditengarai sudah berlangsung lama, namun baru terungkap setelah salah satu korban berinisial N berani melapor. Keberanian N memicu para alumni dan siswi lainnya untuk mulai menyuarakan pengalaman serupa yang selama ini mereka pendam karena rasa takut. Para demonstran menuntut agar tidak ada lagi ruang bagi predator seksual di lingkungan sekolah mereka.

Korban Diduga Mencapai Lebih dari Dua Siswi

Advertisement

Kuasa hukum salah satu korban, Wanda Al-Fathi Akbar, mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa jumlah korban kemungkinan besar terus bertambah. Ia menyebutkan saat ini ada estimasi lebih dari dua siswi yang mengalami tindakan tidak menyenangkan dari oknum guru tersebut. Selama ini, para korban cenderung diam dan baru berani angkat bicara setelah laporan polisi resmi dibuat.

"Selama ini kasus tersebut tertutup rapat. Ketika klien kami melapor, barulah korban-korban lainnya mulai bermunculan," ujar Wanda saat memberikan keterangan pada Rabu 10 Februari 2026. Pihaknya telah melaporkan temuan ini ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam dan status kasus tersebut berpeluang besar naik ke tahap penyidikan dalam waktu dekat.

Modus Pelecehan Lewat WhatsApp hingga Dugaan Kontak Fisik

Berdasarkan bukti yang terkumpul, oknum guru terduga pelaku melancarkan aksinya melalui pesan singkat di grup WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, terduga pelaku kerap membicarakan kondisi fisik korban dan siswi lainnya dengan nada yang sangat tidak pantas. Bukti pelecehan verbal melalui WhatsApp ini menjadi poin kuat dalam pelaporan awal ke pihak berwajib.

Namun, Wanda juga menerima informasi tambahan mengenai adanya tindakan pelecehan fisik yang dialami oleh siswi lain. Meskipun bukti fisik masih terus didalami, kabar ini semakin memperkeruh suasana di lingkungan sekolah.

Tim kuasa hukum meminta pihak sekolah tidak lepas tangan meskipun oknum guru tersebut dikabarkan telah diberhentikan. Mereka menuntut pihak sekolah tetap mengawal proses hukum hingga para korban mendapatkan keadilan seutuhnya.

Sekolah Diminta Bertanggung Jawab Penuh Aksi demonstrasi para pelajar ini menjadi sinyal kuat bahwa transparansi pihak sekolah sangat dinantikan. Para siswa tidak ingin kasus ini hilang begitu saja dengan pemecatan administratif semata.

Advertisement

Mereka mendesak agar penegakan hukum berjalan tanpa intervensi. Upaya musyawarah antara kuasa hukum dan pihak sekolah pun terus berjalan guna mencari solusi terbaik bagi pemulihan psikis para korban serta pembersihan nama baik instansi pendidikan dari oknum-oknum bermasalah.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID