Prioritas utama saat itu adalah memberikan pertolongan medis segera.
Korban pertama kali dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Namun, melihat kondisi luka yang cukup serius, korban terpaksa harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Berdasarkan laporan terakhir yang diterima, korban sempat berada dalam kondisi kritis.
Untuk memastikan penanganan yang lebih komprehensif, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura.
Di sana, tim medis profesional akan memberikan perawatan maksimal untuk memulihkan kesehatannya.
Aparat Tegas, Tak Ada Ampun Bagi Pelaku Teror
Brigjen Faizal Ramadhani menegaskan, aparat tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun terhadap aksi kekerasan yang menyasar warga sipil.
Terlebih lagi, korban adalah seorang pekerja yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik demi kebutuhan dasar masyarakat.
“Korban adalah warga yang sedang bekerja mengangkut air bersih.
Ini tindakan yang tidak bisa ditoleransi.
Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas terhadap pelaku,” tegas Brigjen Faizal dengan nada berapi-api.
Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026.
“Tidak boleh ada rasa takut bagi warga yang mencari nafkah atau menjalankan aktivitas sehari-hari,” tambahnya, memberikan jaminan keamanan.
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa penyelidikan awal mengarah kuat pada kelompok KKB yang aktif beroperasi di wilayah Yahukimo.