Internasional . 16/02/2026, 23:47 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Tokyo mengatakan telah menyampaikan "protes keras" kepada China melalui jalur diplomatik, setelah diplomat utama Beijing, Wang Yi, menuduh "kekuatan sayap kanan" di Jepang berupaya menghidupkan kembali militerisme.
Berbicara di Konferensi Keamanan Munich di Jerman, Wang memberikan pendapatnya tentang hubungan Beijing saat ini dengan Tokyo, yang telah berada di bawah tekanan berat sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi memberikan komentar tentang Taiwan pada bulan November.
Wang mengatakan, "rakyat Jepang tidak boleh lagi membiarkan diri mereka dimanipulasi atau ditipu oleh kekuatan sayap kanan tersebut, atau oleh mereka yang berupaya menghidupkan kembali militerisme".
"Semua negara pencinta damai harus mengirimkan peringatan yang jelas kepada Jepang: jika Jepang memilih untuk kembali ke jalan ini, Jepang hanya akan menuju kehancuran diri sendiri," ungkap Wang, Senin, 16 Februari 2026.
Kementerian Luar Negeri Jepang menolak klaim tersebut dalam sebuah unggahan di X pada akhir pekan, bahwa tudingan itu "tidak benar secara faktual dan tidak berdasar".
"Upaya Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanannya merupakan respons terhadap lingkungan keamanan yang semakin ketat dan tidak ditujukan terhadap negara ketiga tertentu," demikian pernyataan tersebut.
Disebutkan bahwa ada "negara-negara dalam komunitas internasional yang telah dengan cepat meningkatkan kemampuan militer mereka secara tidak transparan," tetapi menambahkan bahwa "Jepang menentang langkah-langkah tersebut dan menjauhkan diri darinya."
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi memperjelas pendiriannya pada sesi konferensi lainnya, diikuti dengan protes keras terhadap pihak Tiongkok melalui jalur diplomatik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media