fin.co.id - Suasana khidmat menyelimuti proses rukyatul hilal di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Jakarta Barat, Selasa petang, 17 Februari 2026. Namun hingga matahari terbenam, tim pemantau menyatakan hilal tidak terlihat.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Syamsul Maarif, menjelaskan bahwa pengamatan telah dilakukan secara cermat oleh tim Lembaga Falakiyah.
“Setelah melakukan pemantauan, peneropongan tentu dengan pengamatan yang seksama, akhirnya kami tim dari lembaga falakiyah tidak melihat hilal,” ujarnya dalam konferensi pers.
Pemantauan dilaksanakan di lantai dua masjid sejak sekitar pukul 17.00 WIB hingga matahari tenggelam. Sejumlah perangkat telah disiapkan lebih awal, sekitar pukul 15.00 WIB, dan diarahkan ke ufuk barat sebagai titik terbenamnya matahari.
Peralatan yang digunakan meliputi dua teleskop digital, rubbu mujayyab, serta satu unit theodolite. Seluruh alat tersebut berjajar di dekat pagar pembatas teras guna mendapatkan sudut pandang optimal dalam proses rukyat.
Sepanjang pengamatan berlangsung, lantunan selawat dan zikir dikumandangkan oleh pengurus PWNU serta Dewan Kemakmuran Masjid. Sejumlah jemaah turut memadati area pagar pembatas untuk menyaksikan langsung prosesi sakral tersebut.
Hasil pemantauan ini selanjutnya akan menjadi bagian dari laporan resmi dalam penetapan awal Ramadan oleh pemerintah.
Candra Pratama/Disway