Fin.co.id - Momen berbuka puasa bukan sekadar pelepas dahaga setelah seharian menahan lapar.
Dalam kacamata spiritual Islam, detik-detik saat azan Magrib berkumandang adalah salah satu waktu paling keramat dan mustajab bagi seorang hamba untuk memohon kepada Sang Pencipta.
Kesempatan emas ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang menegaskan doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak ketika berbuka.
Inilah saat di mana pintu langit terbuka lebar dan rahmat Allah SWT mengalir deras sebagai apresiasi atas kesabaran hamba-Nya yang telah menjauhi larangan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
"Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa ketika ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi." (HR. Tirmidzi).
Pilihan Lafal Doa Buka Puasa Sesuai Sanad Sahih
Terdapat dua versi doa yang populer di kalangan umat Islam. Perbedaan ini merupakan bentuk keluasan ilmu yang diwariskan oleh para sahabat Nabi. Berikut panduannya:
1. Versi Riwayat Mu’adz bin Zuhrah (Populer)
Ini adalah doa yang paling sering dibaca oleh masyarakat Indonesia karena sifatnya yang menyeluruh sebagai bentuk syukur atas rezeki.
Lafal
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin
Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu
Artinya
"Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka."