fin.co.id - Ketegangan di kawasan Asia Selatan memanas. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, secara terbuka menyatakan “perang terbuka” terhadap pemerintah Afghanistan pada Jumat dini hari.
Pernyataan keras itu muncul bersamaan dengan laporan serangan udara Pakistan yang menargetkan ibu kota Afghanistan, Kabul, serta sejumlah wilayah strategis lain seperti Kandahar dan Paktika.
Langkah ini menjadi eskalasi terbaru dalam konflik perbatasan yang selama ini kerap memanas antara kedua negara bertetangga tersebut.
Dilansir Al Jazeera, serangan udara Pakistan disebut sebagai respons atas aksi militer Afghanistan beberapa jam sebelumnya di wilayah perbatasan kedua negara.
Sebagai balasan, Afghanistan kembali melancarkan serangan terhadap pasukan Pakistan di sepanjang garis perbatasan pada hari yang sama, setelah Islamabad menggempur kota Kabul dan Kandahar.
Serangan juga dilaporkan menyasar provinsi Paktika dan wilayah Paktia yang selama ini dikenal sebagai kawasan sensitif dan rawan konflik.
Situasi ini menandai babak baru konfrontasi militer yang berisiko memperluas instabilitas kawasan.
“Kesabaran Kami Habis”
Dalam pernyataannya melalui platform X (sebelumnya Twitter), Khawaja Asif menegaskan bahwa Pakistan telah berusaha menjaga hubungan tetap normal, baik melalui jalur langsung maupun lewat mediasi negara sahabat.
Namun menurutnya, berbagai upaya diplomasi intensif tersebut tidak membuahkan hasil.
“Kesabaran kami telah habis dan sekarang kami akan melancarkan perang terbuka,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal keras bahwa Islamabad tidak lagi memilih pendekatan defensif, melainkan ofensif secara terbuka.
Tuduhan Keras terhadap Taliban
Dalam pernyataan yang sama, Khawaja Asif juga melancarkan kritik tajam terhadap Taliban yang saat ini memegang kekuasaan di Afghanistan.