Nasional . 27/02/2026, 17:48 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Bisa untuk Perang, Bisa untuk Misi Kemanusiaan
Salah satu keunggulan desain Jiu Tian adalah anjungannya yang besar dengan pintu di kedua sisi. Fitur ini memungkinkan pemasangan modul misi yang berbeda, termasuk:
Modul kargo
Tangki bahan bakar tambahan
Modul peluncur drone
Sistem pengintaian khusus
Desain modular ini membuka kemungkinan penggunaan tidak hanya untuk operasi militer, tetapi juga untuk misi kemanusiaan seperti distribusi logistik di wilayah terpencil atau terdampak bencana.
Delapan Pylon dan Persenjataan Berat
Di bawah sayapnya terdapat delapan pylon yang dapat membawa berbagai jenis persenjataan berat, mulai dari bom berpemandu hingga rudal supersonik antikapal.
Beberapa jenis senjata yang disebut kompatibel meliputi:
Bom berpenuntun presisi
Rudal udara-ke-udara
Rudal antikapal
Rudal balistik
Namun fitur paling mencolok tetaplah Isomerism Hive Module, sistem yang memungkinkan drone ini meluncurkan drone-drone kecil dalam jumlah besar.
Isomerism Hive Module memungkinkan pelepasan drone kamikaze FPV (first person view) yang sudah terbukti mematikan dalam konflik modern seperti perang di Ukraina.
Drone FPV dilengkapi kamera kecil yang memungkinkan operator melihat langsung dari perspektif drone. Dengan biaya relatif murah namun daya hancur signifikan terhadap kendaraan dan personel, drone jenis ini telah mengubah taktik peperangan modern.
Dalam skenario tertentu, 100 drone kecil yang dilepaskan secara bersamaan dapat:
Melumpuhkan sistem pertahanan udara
Menghancurkan kendaraan lapis baja
Mengganggu sistem komunikasi
Melakukan pengintaian massal
Inilah yang membuat konsep kapal induk drone di udara dianggap sebagai game changer dalam strategi militer global.
Refleksi bagi Indonesia
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media