Nasional . 27/02/2026, 17:48 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kembali pada polemik hibah Giuseppe Garibaldi, diskursus soal penggunaan drone Bayraktar di atas kapal tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah masa depan kekuatan udara dan laut memang akan beralih dari pesawat tempur konvensional menuju sistem drone terintegrasi?
Konsep seperti Jiu Tian menunjukkan bahwa teknologi militer bergerak cepat ke arah otomatisasi, modularitas, dan operasi berbasis swarm.
Bagi Indonesia, perdebatan ini bukan sekadar soal menerima atau menolak kapal induk bekas, melainkan juga tentang arah modernisasi alutsista di tengah perkembangan teknologi yang sangat dinamis.
Di era drone raksasa yang mampu meluncurkan ratusan drone kecil dari udara, konsep kapal induk tradisional pun mulai mendapat tantangan baru. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media