Akademisi UMT: Satu Tahun Menjabat, Kepemimpinan Maesyal-Intan di Jalur Positif

news.fin.co.id - 01/03/2026, 21:32 WIB

Akademisi UMT: Satu Tahun Menjabat, Kepemimpinan Maesyal-Intan di Jalur Positif

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memed Chumaidi. (rfh)

fin.co.id -  Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi. Meski dinilai berada pada jalur pembangunan yang tepat, evaluasi menyeluruh tetap menjadi catatan krusial guna memastikan visi "Kabupaten Tangerang Gemilang" tidak sekadar menjadi retorika.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Memed Chumaidi, mengungkapkan bahwa secara substantif, pasangan Maesyal-Intan menunjukkan karakter kepemimpinan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika publik.

“Dalam konteks kepemimpinan, responsivitas adalah kunci. Maesyal-Intan relatif mampu membaca kebutuhan publik, menjaga stabilitas politik, serta mulai mengarahkan kebijakan pada penguatan layanan dasar dan pembangunan sumber daya manusia,” ujar Memed saat dihubungi pada Minggu (1/3/2026).

Menurut Memed, tahun pertama ini digunakan secara efektif oleh pasangan tersebut bukan hanya untuk konsolidasi birokrasi, tetapi juga membuka ruang komunikasi bagi aspirasi dan kritik masyarakat. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting untuk melakukan akselerasi program pada tahun-tahun mendatang.

Advertisement

Ia mencatat beberapa sektor prioritas yang mulai menunjukkan arah kebijakan yang jelas, di antaranya penguatan pelayanan publik, pendidikan, digitalisasi layanan, hingga infrastruktur wilayah.

“Walaupun hasilnya belum sepenuhnya maksimal karena masih dalam tahap awal, sinyal kebijakan sudah menunjukkan orientasi pada kebutuhan dasar masyarakat. Selama tahapannya masih searah dengan tujuan pembangunan, saya menilai mereka berada di jalur yang positif,” tambah Memed.

Sentimen positif dari kalangan akademisi selaras dengan testimoni masyarakat di akar rumput. Di Kampung Mampelem Balong, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, dampak kebijakan mulai dirasakan secara konkret melalui program-program sosial.

Marni (45), salah seorang warga, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan layanan bus sekolah gratis dan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Alhamdulillah, saya sudah merasakan langsung dampaknya. Rumah yang dulu kumuh kini sudah layak huni berkat bedah rumah. Anak-anak saya juga kini tidak perlu lagi jalan kaki atau diantar ke sekolah karena sudah ada angkutan gratis,” tutur Marni.

Selain transportasi dan hunian, program sekolah swasta gratis juga mulai meringankan beban ekonomi keluarga berpenghasilan rendah di wilayah tersebut. Namun, tantangan besar tetap menanti di tahun kedua, terutama terkait pemerataan jangkauan program dan konsistensi pelayanan publik di wilayah pelosok Kabupaten Tangerang.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.