Ringkasan :
- Situasi genting mencekam Timur Tengah akibat eskalasi konflik militer.
- Ratusan WNI terjebak di bandara internasional, tidak bisa kembali ke tanah air.
- Perjalanan udara lumpuh total, meninggalkan WNI dalam ketidakpastian.
Ketegangan memuncak di Timur Tengah setelah eskalasi konflik militer, menciptakan krisis kemanusiaan mendadak bagi ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini terkatung-katung di berbagai bandara internasional.
WNI Terjebak: Nasib Ratusan Pelancong di Bandara Internasional
Kondisi mencekam kini menyelimuti kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya konflik militer yang memicu kekacauan perjalanan udara.
Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) mendadak terlunta-lunta di sejumlah bandara internasional, menghadapi ketidakpastian karena tidak dapat kembali ke tanah air.
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia, Mugiyanto, melaporkan langsung situasi genting yang terjadi di Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar.
Pemandangan memprihatinkan terlihat dengan penumpukan penumpang dalam jumlah signifikan, mayoritas adalah pelancong dan pekerja migran yang kini terperangkap.
Berdasarkan informasi dari Duta Besar RI untuk Qatar, Ridwan Hassan, lebih dari 100 WNI kini bertahan hidup di bandara tanpa kepastian.
Mereka terpaksa menghabiskan hari demi hari dalam ketidakpastian.
Sebab, ruang udara di Qatar dan negara-negara sekitarnya ditutup total akibat situasi keamanan yang memburuk.
"Kami sudah memasuki hari ketiga terdampar di Doha," ujar Mugiyanto dalam sebuah video yang diterima Disway, Selasa (3/3/2026).
"Situasinya masih belum kondusif. Belum ada kepastian kapan ruang udara di Qatar dan negara-negara sekitar akan dibuka kembali," tambahnya dengan nada cemas.