Sebagian besar pasokan energi ini ditujukan untuk pasar Asia, terutama China, India, Jepang, dan Korea Selatan, yang akan menjadi pihak paling terdampak jika jalur ini ditutup.
Gangguan pada jalur ini berarti kelumpuhan bagi raksasa industri Asia. Tanpa pasokan ini, roda pabrik dapat berhenti dan harga bahan bakar berpotensi melonjak tajam.
Dampak dari penutupan ini akan menjalar ke seluruh sektor ekonomi.
Muyu Xu, analis minyak mentah senior di Kpler, menyatakan: “Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global, karena sekitar 30 persen minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur air ini. Hal ini diperkirakan akan secara tajam meningkatkan reli harga minyak.”
Pakar dari International Crisis Group, Ali Vaez, juga menyebut jika penutupan terjadi, perdagangan minyak dunia dapat terganggu signifikan dalam waktu singkat.
“Harga tidak hanya akan melonjak, tetapi bisa meroket tajam karena ketakutan. Guncangan itu akan memperketat kondisi keuangan, memicu inflasi, dan mendorong ekonomi yang rapuh semakin dekat ke resesi dalam hitungan minggu,” tegasnya.
Bagi negara berkembang, ini adalah skenario berat.
Ekonom Capital Economics, Hamad Hussain, menambahkan bahwa jika harga minyak mentah menembus USD 100 per barel dan bertahan, inflasi global dapat terdorong naik hingga 0,7 persen.
Dunia Harus Bersiap Menghadapi "Kiamat" Energi
Situasi ini menjadi pengingat betapa rapuhnya sistem global. Selama konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan aliansi di Timur Tengah terus memanas, setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz berada dalam risiko tinggi.
Saat ini, Selat Hormuz ibarat detak jantung energi global yang tertekan.
Pertanyaannya bukan lagi apakah harga minyak akan naik, melainkan seberapa besar dampaknya terhadap daya beli masyarakat dunia.
Sementara armada perang berjaga di perairan Teluk, dunia menunggu dalam ketidakpastian.
Akankah Iran menarik kembali ancamannya, atau justru dunia akan menyaksikan perubahan besar pada stabilitas harga energi global yang dapat mengubah peta ekonomi secara permanen?