Diduga Didukung CIA, Milisi Kurdi Siap Serbu Iran dari Irak di Tengah Perang AS–Israel vs Teheran

news.fin.co.id - 05/03/2026, 16:05 WIB

Diduga Didukung CIA, Milisi Kurdi Siap Serbu Iran dari Irak di Tengah Perang AS–Israel vs Teheran

Namun pihak Gedung Putih mencoba meredam spekulasi mengenai keterlibatan langsung Amerika.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa komunikasi antara Presiden Trump dan para pemimpin Kurdi memang terjadi, terutama terkait keamanan pangkalan militer AS di Irak utara.

Meski demikian, ia membantah bahwa Presiden telah menyetujui rencana spesifik mengenai pemberontakan bersenjata di Iran.

Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang menegaskan bahwa Washington tidak sedang fokus mempersenjatai kelompok tertentu.

Advertisement

“Kami berjuang untuk kebebasan dan tentu saja kami berjuang melawan militer yang membahayakan rakyat kami,” kata seorang veteran dari Partai Kehidupan Bebas Kurdistan, Siamand Moani, seperti dikutip laporan media internasional.

Serangan AS dan Israel Hantam Infrastruktur Iran

Di saat yang sama, serangan udara yang dilancarkan AS dan Israel sejak Sabtu lalu dilaporkan telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Serangan tersebut juga menghantam berbagai fasilitas keamanan di sepanjang wilayah perbatasan Iran dengan Irak.

Target utama operasi militer ini mencakup infrastruktur milik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, pos penjaga perbatasan, hingga menara telekomunikasi.

Serangan udara paling intens dilaporkan terjadi di wilayah timur Iran, khususnya di sepanjang jalur strategis yang menghubungkan perbatasan Irak dengan kota-kota penting di Iran.

Di kota Sanandaj misalnya, sebuah ledakan besar dilaporkan menghancurkan markas kepolisian setempat beserta sejumlah bangunan di sekitarnya.

Para analis militer menilai bahwa serangan ini bertujuan mempermudah infiltrasi kelompok milisi Kurdi dari wilayah Irak.

Meski demikian, laporan intelijen AS menyebut bahwa kelompok Kurdi masih belum memiliki pengaruh politik maupun sumber daya yang cukup kuat untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Karena itu, operasi mereka lebih diarahkan untuk menciptakan kekacauan internal dan memecah konsentrasi militer Iran.

“Rakyat Iran pada umumnya tidak bersenjata. Kecuali dinas keamanan runtuh, akan sulit bagi mereka untuk mengambil alih kecuali seseorang mempersenjatai mereka,” kata mantan pejabat senior Pentagon era Barack Obama, Alex Plitsas.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID