Dor! Pistol Polisi Meletus, Remaja 19 Tahun Tewas di Makassar, Kompolnas Turun Tangan

news.fin.co.id - 05/03/2026, 20:00 WIB

Dor! Pistol Polisi Meletus, Remaja 19 Tahun Tewas di Makassar, Kompolnas Turun Tangan

Tangkapan layar remaja di Makassar sebelum tewas tertembak polisi

fin.co.id - Kasus penembakan yang menewaskan seorang remaja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik. Seorang pemuda bernama Bertrand Eka Prasteyo (19) meninggal dunia setelah terkena tembakan yang diduga berasal dari senjata api milik anggota polisi saat upaya pembubaran aksi perang-perangan senjata mainan.

Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Minggu (1/3/2026). Insiden ini kini dalam penanganan serius dan menjadi perhatian langsung Komisi Polisi Nasional.

Kompolnas Cek TKP dan Rekaman CCTV

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, turun langsung ke Makassar untuk memastikan proses hukum berjalan transparan. Ia bersama tim mendatangi lokasi kejadian, bertemu keluarga korban, serta memeriksa rekaman CCTV yang beredar.

Advertisement

“Kami datang untuk mengecek langsung apa yang sebenarnya terjadi. Kami temui keluarga, cek TKP, posisi CCTV, dan kami cocokkan dengan rekaman yang ada,” ujar Choirul Anam di Mapolda Sulawesi Selatan, Kamis (5/3/2026).

Tak hanya itu, Kompolnas juga meminta keterangan dari saksi di lokasi, dokter yang melakukan autopsi, hingga terduga pelaku yang kini telah berstatus tersangka, yakni Iptu N.

Status Iptu N Resmi Tersangka

Pihak kepolisian bergerak cepat. Oknum anggota berinisial Iptu N resmi ditetapkan sebagai tersangka. Langkah ini diapresiasi oleh Kompolnas sebagai bentuk respons cepat dalam penegakan hukum, baik secara pidana maupun etik.

Choirul menegaskan bahwa penanganan kasus ini harus berbasis fakta dan bukti ilmiah, terutama dari rekaman CCTV yang menjadi kunci utama pengungkapan peristiwa.

Analisis CCTV: Tidak Tampak Membidik

Berdasarkan hasil analisis sementara terhadap rekaman CCTV, terlihat adanya dua kali tembakan. Namun, menurut Kompolnas, dalam video tersebut tidak tampak posisi membidik langsung ke arah korban.

“Kalau membidik itu jelas mengarah pada satu subjek tertentu. Dalam video, tidak terlihat seperti itu. Tapi ini tetap harus didalami dengan pendekatan scientific,” jelasnya.

Video menunjukkan bahwa saat kejadian memang ada aktivitas remaja yang melakukan perang-perangan menggunakan senjata mainan. Situasi tersebut diduga menjadi latar belakang tindakan pembubaran oleh aparat.

Advertisement

Upaya Pertolongan Sempat Dilakukan

Dalam rekaman yang dianalisis, Iptu N juga terlihat berupaya membawa korban ke rumah sakit setelah insiden terjadi. Hal ini menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan dalam proses pendalaman kasus.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID