Nasional . 05/03/2026, 17:42 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Masuk ke perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau lolos program Management Trainee (MT) masih menjadi impian besar bagi banyak mahasiswa tingkat akhir maupun fresh graduate di Indonesia.
Bukan tanpa alasan. Selain menawarkan gaji yang kompetitif, perusahaan BUMN dan program MT di berbagai perusahaan besar juga memiliki jenjang karier yang jelas, stabilitas pekerjaan yang tinggi, serta status yang dianggap prestisius di dunia profesional.
Namun di balik impian tersebut, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses seleksi sangat ketat. Setiap tahun, ribuan bahkan puluhan ribu pelamar bersaing memperebutkan posisi yang jumlahnya sangat terbatas.
Artinya, jika seseorang masih menggunakan strategi “coba-coba” atau sekadar mengandalkan keberuntungan, peluang untuk lolos tentu sangat kecil.
Masih banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi adalah kunci utama untuk lolos seleksi BUMN atau program Management Trainee.
Padahal dalam praktiknya, kecerdasan akademik saja tidak cukup.
Rekruter saat ini mencari kandidat yang memiliki lebih dari sekadar nilai akademik bagus. Mereka ingin melihat apakah seorang kandidat:
Memahami potensi dirinya
Mengetahui nilai atau value yang bisa ditawarkan
Memiliki kompetensi yang relevan dengan posisi yang dilamar
Mampu menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan kerja
Di sinilah strategi persiapan karier menjadi faktor penting.
Tanpa strategi yang matang, kandidat berisiko gugur bahkan sebelum mencapai tahap wawancara akhir.
Proses seleksi di BUMN maupun program Management Trainee biasanya cukup panjang dan menuntut kesiapan fisik serta mental.
Secara umum, tahapan seleksi meliputi:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media