Terungkap! Alasan Negara Arab Teluk Cenderung Dukung AS dan Israel

news.fin.co.id - 05/03/2026, 13:01 WIB

Terungkap! Alasan Negara Arab Teluk Cenderung Dukung AS dan Israel

fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah sejumlah negara Arab di kawasan Teluk menunjukkan kecenderungan mendukung langkah militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang melibatkan Iran.

Dukungan tersebut muncul bersamaan dengan kecaman dari beberapa negara Arab terhadap serangan balasan Iran yang menargetkan fasilitas militer milik Amerika Serikat di Timur Tengah serta beberapa negara Teluk.

Guru Besar Bidang Geopolitik Timur Tengah dari Universitas Gadjah Mada, Siti Mutiah Setiawati, menjelaskan bahwa posisi negara-negara Arab Teluk yang cenderung berada di pihak Washington bukanlah hal baru. Hubungan tersebut telah terbentuk selama puluhan tahun melalui kerja sama strategis di bidang pertahanan, keamanan, hingga ekonomi energi.

Advertisement

Negara Teluk Lama Jadi Mitra Strategis Amerika Serikat

Menurut Siti Mutiah Setiawati, negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Bahrain sejak lama menjalin kemitraan strategis dengan Amerika Serikat.

Kemitraan tersebut terutama berkaitan dengan kerja sama pertahanan dan keamanan kawasan, termasuk perlindungan jalur perdagangan energi global.

“Negara-negara Arab Teluk sudah menjadi bloknya Amerika Serikat karena ketergantungan eksplorasi dan distribusi minyak yang tinggi,” ujar Siti melalui pesan singkat pada Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan bahwa stabilitas kawasan sangat penting bagi negara-negara tersebut karena ekonomi mereka sangat bergantung pada ekspor minyak dan gas.

Selat Hormuz Jadi Kepentingan Strategis

Salah satu faktor utama yang membuat negara Teluk khawatir adalah potensi gangguan di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur perdagangan energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar global.

Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dipandang dapat mengganggu distribusi energi internasional sekaligus mengguncang perekonomian negara-negara Teluk yang sangat bergantung pada ekspor minyak.

Advertisement

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan negara Teluk tetapi juga pasar energi global.

Rivalitas Identitas dan Politik Kawasan

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID