Amanat Keras FPI ke Prabowo: Sampaikan Duka Terbuka untuk Khamenei dan Berhenti Jadi Antek Amerika-Israel!

news.fin.co.id - 06/03/2026, 06:57 WIB

Amanat Keras FPI ke Prabowo: Sampaikan Duka Terbuka untuk Khamenei dan Berhenti Jadi Antek Amerika-Israel!

Foto: Habib Rizieq (YouTube IBTV)

fin.co.id - Organisasi Front Pembela Islam (FPI) meminta Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa secara terbuka atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Hanif Alatas, usai menghadiri undangan buka puasa bersama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret malam. Menurutnya, permintaan itu merupakan amanat dari mantan Imam Besar FPI, Rizieq Shihab.

"Tadi kami minta, amanat dari Habib Rizieq ya, karena Iran ini kan negara sahabat juga. Kita minta Presiden jangan hanya mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan bela sungkawa, tapi kita minta supaya Presiden sampaikan bela sungkawa secara terbuka," kata Habib Hanif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 5 Maret 2026.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri kegiatan berbuka puasa yang diikuti Presiden Prabowo bersama para ulama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Kepresidenan.

Advertisement

Iran Dinilai Negara Sahabat Indonesia

Menurut Hanif, Iran merupakan negara yang memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Karena itu, ia menilai dukungan moral dari Indonesia penting, terutama ketika negara tersebut sedang menghadapi serangan terhadap wilayah kedaulatannya.

"Dia sedang diserang, dia wilayah kedaulatannya ya sebagaimana kita ingin tidak ada penjajahan di atas muka bumi. Saya rasa sikap Iran untuk membela kedaulatannya perlu untuk disupport," kata dia.

FPI Minta Indonesia Keluar dari BoP

Dalam kesempatan yang sama, FPI juga menyampaikan permintaan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BoP). Hanif mengatakan permintaan tersebut telah dituangkan dalam surat resmi yang disampaikan melalui salah satu menteri untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo.

"Kami sudah sampaikan surat, dititipkan melalui salah satu menteri beliau, dan kita sudah sampaikan ke Presiden tetap kita minta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BOP. Bukan karena tidak percaya sama Presiden, bukan, tapi kami tidak percaya Amerikanya, tidak percaya dengan Israelnya," ucapnya.

Pemerintah Indonesia Sudah Kirim Surat Belasungkawa

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan secara resmi pernyataan belasungkawa dari Pemerintah Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.

Surat tersebut diserahkan kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

Advertisement

"Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa terdalam Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang dikutip di Jakarta, Rabu (4/3).

Sebelumnya dilaporkan bahwa pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan sejumlah serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Televisi Pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Ali Khamenei gugur dalam serangan tersebut. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca