Ia juga menyinggung langkah Presiden Prabowo Subianto yang bergabung dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Presiden Donald Trump. Menurutnya, langkah diplomatik tersebut harus tetap mempertimbangkan kepentingan nasional serta posisi strategis Indonesia di tingkat global.
“Indonesia bisa mengambil peran sebagai mediator atau honest broker yang netral dengan mendorong de-eskalasi konflik dan diplomasi kemanusiaan,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga dinilai perlu aktif mendorong upaya perdamaian melalui forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa. Langkah ini penting untuk mencegah meluasnya konflik sekaligus mengantisipasi dampak global, termasuk potensi kenaikan harga energi dan ketidakstabilan geopolitik.
"Peran diplomasi yang tepat akan membantu Indonesia menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional, stabilitas kawasan, serta komitmen terhadap perdamaian dunia," pungkasnya.