fin.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Tangerang, Banten mengalokasikan anggaran sebesar Rp341 miliar untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak di wilayahnya. Namun, pelaksanaan proyek tersebut dijadwalkan baru dimulai setelah Lebaran 2026.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa proses perbaikan jalan akan dimulai pada April 2026, lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya yang baru dimulai pada Juli.
“Lebih cepat dibandingkan tahun lalu yang baru dimulai Juli,” ujar Maesyal, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan terdapat beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan, di antaranya Jalan Raya Pakuhaji, Jalan Raya Pasar Kemis, serta Jalan Cadas–Kukun.
Meski demikian, Maesyal mengungkapkan bahwa total kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh jalan di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar Rp1,5 triliun. Karena itu, proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Menurutnya, selain perbaikan jalan, pemerintah daerah juga akan membangun sistem drainase guna mencegah genangan air pada titik-titik yang rawan banjir.
Dana perbaikan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Rinciannya, sebesar Rp181 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan jembatan, serta tambahan Rp160 miliar dari hasil pergeseran anggaran sehingga total mencapai Rp341 miliar.
“Saya minta agar masyarakat bersabar, karena jalan rusak di Kabupaten Tangerang akan segera diperbaiki, semua berproses,” kata Maesyal.
Ia juga menjelaskan bahwa APBD Kabupaten Tangerang baru disetujui DPRD pada Desember 2025, sementara proses tender proyek baru dimulai pada Februari 2026.
“Masyarakat mau buru-buru diperbaiki. Padahal semuanya ada tahapan dan prosesnya,” ujarnya.
Maesyal menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru dalam pelaksanaan proyek karena harus tetap mengikuti aturan yang berlaku.
“Kami perbaiki sesuai aturan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menjelaskan bahwa penanganan jalan di wilayah tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni pemeliharaan rutin, darurat, dan rekonstruksi permanen.
Menurutnya, dinas telah melakukan perbaikan sementara dengan metode tambal sulam untuk mengatasi kerusakan akibat musim hujan. Namun metode tersebut hanya bersifat sementara karena kerusakan dapat kembali terjadi jika jalan terus terpapar genangan air.
“Kalau sistem tambal bolong ya akan terus seperti itu. Berlubang ditambal, nanti terkena air tergenang berlubang lagi,” ujarnya.