Jika jalur ini terganggu oleh konflik militer atau ranjau laut, dampaknya bisa langsung terasa pada pasar energi global, termasuk lonjakan harga minyak.
Beberapa laporan media internasional menyebut bahwa ketegangan terbaru di kawasan tersebut sudah mulai memicu fluktuasi harga minyak dunia.
Tujuan Operasi Militer Amerika Serikat
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menjelaskan bahwa operasi militer terhadap Iran memiliki beberapa tujuan strategis.
Tujuan operasi tersebut antara lain:
-
Menghancurkan persediaan rudal milik Iran
-
Menonaktifkan peluncur rudal Iran
-
Melemahkan industri pertahanan Iran
-
Menghancurkan kekuatan angkatan laut Iran
-
Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir secara permanen
Menurut Pete Hegseth, serangan terhadap kapal Iran di sekitar Selat Hormuz merupakan bagian dari operasi militer yang lebih luas.
Ia bahkan memperingatkan bahwa rangkaian operasi tersebut bisa menjadi salah satu hari paling intens dalam konflik yang sedang berlangsung.
Intensitas Serangan Iran Mulai Menurun
Di tengah meningkatnya tekanan militer dari Amerika Serikat, jumlah serangan balasan dari Iran dilaporkan mulai menurun.
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menyebut bahwa jumlah serangan rudal balistik Iran terhadap target Amerika telah turun sekitar 90 persen dibandingkan awal konflik.
Selain itu, serangan drone satu arah yang diluncurkan Iran juga mengalami penurunan sekitar 83 persen sejak operasi militer dimulai.
Meski demikian, konflik antara kedua negara masih berlangsung dan berpotensi terus meningkat jika tidak ada upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Korban Jiwa dan Dampak bagi Warga Sipil
Perang antara Iran dan Amerika Serikat telah menimbulkan korban di kedua pihak.