Sebelum akhirnya memenuhi panggilan penyidik, Budi Karya tercatat beberapa kali tidak hadir saat dijadwalkan menjalani pemeriksaan.
Ia tercatat tiga kali tidak memenuhi panggilan KPK. Ketidakhadiran terakhir terjadi pada 2 Maret 2026 dengan alasan kondisi kesehatan.
Saksi Lain dari Perusahaan Tersangka
Pada hari yang sama dengan pemeriksaan Budi Karya, penyidik juga memeriksa saksi lain bernama Any Sisworatri, seorang karyawan swasta dari perusahaan PT Istana Putra Agung (IPA).
Perusahaan tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo Balapan–Kadipiro.
Keterangan dari para saksi dinilai penting untuk mengungkap mekanisme proyek yang diduga bermasalah tersebut.
Sebagai Menteri Perhubungan pada periode proyek berlangsung, keterangan Budi Karya dianggap memiliki nilai penting bagi penyidik.
Penyidik menggali berbagai informasi terkait:
- • proses pengadaan proyek
- • mekanisme penentuan pemenang proyek
- • kemungkinan adanya intervensi pihak lain
Selain itu, penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak legislatif dalam proses tersebut.
Nama Budi Karya Pernah Muncul di Persidangan
Dalam proses persidangan sebelumnya, nama Budi Karya juga sempat disebut dalam sejumlah kesaksian.
Beberapa fakta persidangan mengaitkannya dengan sejumlah dugaan, antara lain:
- titipan kontraktor Billy Haryanto yang dikenal dengan julukan “Billy Beras”
- dugaan pemberian fasilitas helikopter dari PT IPA
- arahan pengumpulan dana proyek sekitar Rp5,5 miliar yang disebut berkaitan dengan kontestasi Pilpres 2019
Meski demikian, semua informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses pembuktian hukum.