Kerugian Militer AS Bertambah
Insiden jatuhnya pesawat tanker ini menjadi salah satu kerugian terbaru yang dialami militer Amerika Serikat sejak konflik dengan Iran meningkat.
Sebelumnya, Pentagon melaporkan bahwa delapan anggota militer AS tewas dalam kampanye militer yang sedang berlangsung.
Selain itu, sekitar 140 personel lainnya mengalami luka-luka, dengan delapan di antaranya dilaporkan mengalami cedera serius.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell menyebutkan bahwa korban luka berasal dari berbagai operasi militer yang berlangsung di beberapa wilayah Timur Tengah.
Insiden Friendly Fire Jet Tempur
Selain insiden pesawat tanker, militer AS juga mengalami kerugian lain pada awal konflik.
Pada 1 Maret, tiga jet tempur jenis F-15E Strike Eagle dilaporkan ditembak jatuh dalam insiden salah sasaran atau friendly fire.
Menurut laporan militer AS, jet-jet tersebut secara tidak sengaja ditembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait saat situasi pertempuran berlangsung.
Meski demikian, seluruh enam awak pesawat berhasil melontarkan diri sebelum pesawat jatuh dan berhasil diselamatkan dalam kondisi stabil.
Dukungan Publik AS terhadap Perang Melemah
Perang melawan Iran ternyata tidak mendapatkan dukungan penuh dari publik Amerika Serikat.
Sejumlah survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika justru menolak operasi militer tersebut.
Salah satu survei dari Quinnipiac University yang dirilis pada 9 Maret menunjukkan bahwa 53 persen pemilih menentang serangan militer terhadap Iran.
Bahkan lebih banyak lagi yang menolak kemungkinan operasi darat.