Meski situasi geopolitik saat ini cukup memanas, sejarah menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji tetap bisa berlangsung di tengah konflik global.
Mustolih mengingatkan bahwa pengiriman jamaah haji pernah dilakukan bahkan saat dunia berada dalam situasi perang besar.
Beberapa contoh di antaranya terjadi pada masa:
-
Perang Dunia I
-
Perang Dunia II
-
Perang Teluk
Preseden tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji masih mungkin dilakukan selama faktor keamanan dapat dijamin oleh otoritas terkait.
Menunggu Kepastian Situasi
Untuk saat ini, pemerintah Indonesia masih terus memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sebelum mengambil keputusan final terkait keberangkatan jamaah haji 2026.
Dengan jumlah jamaah yang mencapai ratusan ribu orang, keputusan terkait penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ibadah, tetapi juga keselamatan, logistik, dan hubungan diplomatik antarnegara.
Karena itu, semua pihak kini menunggu langkah dari pemerintah Arab Saudi sebagai penentu utama apakah ibadah haji tahun ini tetap berlangsung seperti biasa atau harus disesuaikan dengan kondisi keamanan global. (*)