fin.co.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiapkan berbagai layanan di sejumlah titik kedatangan untuk mengantisipasi meningkatnya arus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjelang musim mudik Lebaran 2026.
Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga mengatakan, petugas telah ditempatkan di sejumlah lokasi strategis untuk memberikan pelayanan kepada para pekerja migran yang kembali ke Tanah Air.
Beberapa titik layanan yang disiapkan antara lain halte layanan PMI, lounge khusus pekerja migran di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.
"Teman-teman pelayanan kita di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan," ujar Mangiring, Minggu, 15 Maret 2026.
"Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada Pekerja Migran yang pulang ke Tanah Air dapat berjalan optimal," sambungnya.
Menurut Mangiring, petugas di lapangan akan membantu berbagai kebutuhan PMI yang baru tiba di Indonesia, mulai dari proses administrasi kepulangan hingga penanganan jika terjadi kendala selama perjalanan.
"Kita sudah menyiapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia. Mereka standby memberikan pelayanan, termasuk jika ada Pekerja Migran yang mengalami kerugian atau kendala dalam perjalanan," ujarnya.
Terkait jumlah PMI yang diperkirakan pulang pada musim mudik tahun ini, Mangiring menyebut pihaknya belum memiliki angka pasti. Data perkiraan tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.
"Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya," katanya.
Meski demikian, ia menilai jumlah PMI yang pulang pada Lebaran tahun ini berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 14 ribu pekerja migran kembali ke Indonesia.
"Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah Pekerja Migran yang pulang bisa saja terjadi," ungkapnya.
Mangiring juga menjelaskan bahwa selama ini mayoritas PMI yang pulang saat musim mudik berasal dari negara dengan jumlah penempatan pekerja migran Indonesia yang besar.
"Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah," tuturnya.
Terkait kabar penutupan ruang udara di wilayah Timur Tengah, Mangiring memastikan hingga saat ini belum ada laporan pekerja migran Indonesia yang tertahan.
"Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada Pekerja Migran yang tertahan. Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa Pekerja Migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya," tukasnya.