Menariknya, di sisi lain, untuk kendaraan yang bergerak dari wilayah timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama, tercatat sebanyak 135.629 kendaraan.
Angka ini justru menunjukkan penurunan tipis sebesar 5,85% dibandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya mencapai 144.054 kendaraan.
Hal ini dapat diartikan bahwa mayoritas pengguna tol lebih memilih memanfaatkan kesempatan diskon untuk melakukan perjalanan ke arah timur.
Namun, lonjakan volume kendaraan tidak hanya terjadi di GT Cikampek Utama saja.
Sejumlah ruas tol lain yang berada di bawah pengelolaan JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur juga menunjukkan peningkatan aktivitas yang patut diperhatikan.
Meskipun polanya sedikit berbeda, peningkatan ini tetap menandakan mobilitas yang tinggi.
Di Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat pergerakan 122.196 kendaraan yang menuju Semarang.
Angka ini naik 45,62% dari angka normal yang biasanya hanya 83.916 kendaraan.
Sementara itu, arus keluar Semarang tercatat sebanyak 76.737 kendaraan.
Jumlah ini mengalami sedikit penurunan 0,58% dari kondisi normal.
Fenomena serupa juga terlihat di GT Banyumanik.
Di sana, arus menuju Solo melonjak tajam sebesar 22,78%, mencapai 147.703 kendaraan.
Angka ini berbanding terbalik dengan arus yang menuju Jakarta, yang justru mengalami penurunan sebesar 3,90%.
Bergeser ke wilayah Jawa Timur, GT Warugunung mencatat pergerakan 111.021 kendaraan menuju Surabaya.
Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 7,74%.