Polisi Tegaskan Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS adalah Hoaks

news.fin.co.id - 16/03/2026, 15:35 WIB

Polisi Tegaskan Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS adalah Hoaks

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin.

fin.co.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya memastikan foto yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tidak benar. Polisi menyatakan gambar tersebut merupakan informasi palsu.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan foto yang viral itu diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk menyesatkan proses penyelidikan.

"Dalam beberapa waktu belakangan kita sempat disajikan beredarnya video TKP yang membuat para pelaku seolah-olah terpublikasi," katanya kepada wartawan, Senin, 16 Maret 2026.

Ia menuturkan, setelah rekaman video dari tempat kejadian perkara (TKP) menyebar luas, penyidik melihat indikasi kepanikan dari para pelaku maupun pihak yang terlibat dalam jaringan mereka.

Advertisement

Menurutnya, kondisi tersebut diduga mendorong munculnya berbagai informasi tidak benar, termasuk foto yang diklaim sebagai identitas pelaku.

"Dengan beredarnya video TKP ini sebenarnya para pelaku mulai terlihat panik. Pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan mengedarkan gambar atau rekayasa AI," sebutnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, kepolisian memastikan gambar tersebut bukan foto asli pelaku.

"Dapat kami pastikan foto tersebut adalah hoaks, karena itu hasil rekayasa AI," tegasnya.

Polda Metro Jaya menduga penyebaran foto palsu itu merupakan bagian dari upaya untuk mengalihkan perhatian publik sekaligus mengaburkan fakta-fakta hukum yang sedang dikumpulkan oleh penyidik.

"kami duga ini adalah salah satu upaya jaringan dan pelaku sendiri untuk mengaburkan informasi serta mengaburkan arah fakta-fakta hukum yang diperoleh penyidik," tuturnya.

Saat ini polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan berbagai bukti, termasuk menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas para pelaku.

Sebelumnya, penyidik juga berhasil menelusuri jejak pergerakan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS yang terjadi di kawasan Jakarta Pusat.

Berdasarkan penyelidikan awal, korban diduga telah dibuntuti oleh para pelaku sejak beberapa hari sebelum insiden terjadi.

Advertisement

"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diduga para pelaku sudah mengikuti korban sejak sebelum peristiwa penyiraman air keras terjadi," terangnya.

Penelusuran itu dilakukan melalui rekaman CCTV yang tersebar di sejumlah titik di Jakarta. Dari hasil analisis, para pelaku diketahui bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju Jalan Medan Merdeka Timur, tepatnya di depan Stasiun Gambir yang diduga menjadi titik awal pengintaian.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID