"Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan yang penuh berkah, tetapi tidak memperoleh keampunan." Maka aku berkata, "Amin".
Alangkah ruginya orang yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan. Di saat Ramadhan, tuhan membuka pintu surga, namun dia enggan memasukinya, saat tuhan menutup pintu neraka namun dia memaksakan diri hendak masuk ke dalamnya. Rugi seragilah kita.
Kelak di akhirat, saat hari pembalasan telah tiba, setiap perbuatan dipertanggung jawabkan, yang hadir hanya penyesalan tiada tara, sebagaimana yang tergambarkah oleh Allah Swt. Surah as-Sajadah/32 Ayat 12:
وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوا رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوْقِنُوْنَ
Artinya:
"Dan seandainya engkau melihat para pendurhaka itu menundukkan kepala mereka disisi Tuhan mereka, Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami, kami akan mengamalkan yang sholeh, sesungguhnya kami adalah orang yang yakin.".
Rasa sesal telah membuat orang durhaka ingin kembali untuk mengerjakan amal Shaleh didunia. Tapi apalah daya penyesalan tinggallah penyesalan. Jatuh tetes air matanya, merengek memohon agar diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, tetesan air mata membasahi pipi, penyesalannya tak henti. Namun semua itu tidak ada artinya, kesempatan itu telah putus sejak nyawa telah dicabut dari raga.
Menyesallah, sebelum penyesalan itu tidak ada arti, menangislah sebelum pada akhirnya tangisan itu tak memberi manfaat, dan bertaubatlah sebelum pada akhirnya pintu taubat itu telah ditutup!.
Bertaubatlah kepada Allah Swt. sebab Allah maha penerima taubat. Walau dosa sebesar langit dan bumi, ampunan Allah jauh lebih luas. Q.S. az-Zumar/39 ayat 53 sebagai berikut:
قُلْ يَعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Artinya:
"Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'
Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah berfirman,
يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِي
Artinya: