Ringkasan :
- Lebih dari 2 juta kendaraan telah meninggalkan Jabotabek sejak H-10 hingga H Idulfitri 1447 H, menandakan lonjakan mudik yang masif.
- Arah Timur, khususnya Trans Jawa dan Bandung, menjadi destinasi favorit mayoritas pemudik, menunjukkan tren liburan yang kuat.
- Jasa Marga telah menyiapkan strategi, termasuk diskon tol dan imbauan jam perjalanan, untuk mengurai kepadatan arus balik.
fin.co.id - Kabar gembira sekaligus menegangkan datang dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Data terbaru menunjukkan lonjakan kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek sungguh luar biasa, mencapai angka fantastis 2.007.253 unit. Angka ini tercatat dalam periode sepuluh hari sebelum dan pada hari H Lebaran, tepatnya mulai 11 hingga 21 Maret 2026. Ini adalah gambaran nyata betapa semangat mudik masyarakat Jabotabek tahun ini membahana!
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa angka ini merupakan akumulasi dari empat gerbang tol utama yang krusial: GT Cikampek Utama untuk jalur Trans Jawa, GT Kalihurip Utama untuk arah Bandung, GT Cikupa menuju Merak, dan GT Ciawi untuk rute Puncak. Dibandingkan dengan volume lalu lintas normal yang tercatat sebanyak 1.611.046 kendaraan, terjadi peningkatan signifikan sebesar 24,6%. Ini membuktikan bahwa tradisi mudik Lebaran tetap menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga.
Lebih lanjut, Rivan merinci bahwa dari total 2 juta lebih kendaraan yang telah bergerak keluar Jabotabek, angka ini sudah mencapai 56,89% dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan melintas selama periode 11 hingga 31 Maret 2026. Ini berarti, masih ada jutaan kendaraan yang akan kembali ke Jabotabek, dan Jasa Marga sudah siap menghadapi tantangan arus balik yang diperkirakan akan memuncak.
Dominasi Arus Mudik ke Arah Timur
Dalam data yang dirilis, terlihat jelas bahwa mayoritas pemudik memilih jalur menuju arah Timur. Sebanyak 1.103.088 kendaraan atau 55,0% memilih rute ini, yang mencakup jalur Trans Jawa dan Bandung. Angka ini sangat menggembirakan dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar di kampung halaman.
Secara rinci, jalur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencatat lonjakan luar biasa sebesar 130,0% dari lalu lintas normal, dengan 729.632 kendaraan. Sementara itu, arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama juga mengalami peningkatan 5,0% dari normal, dengan total 373.456 kendaraan. Kombinasi kedua jalur ini menjadikan arah Timur sebagai primadona mudik.
Bagaimana dengan arah lain? Menuju Barat (Merak) tercatat sebanyak 508.585 kendaraan atau 25,3% dari total. Menariknya, volume lalu lintas menuju Merak justru mengalami sedikit penurunan 5,3% dibandingkan lalu lintas normal. Sementara itu, arah Selatan (Puncak) juga terpantau lebih rendah dari normal, dengan 395.580 kendaraan atau 19,7% dari total. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pilihan destinasi wisata dan rute mudik lainnya.
Hari H Lebaran Masih Banjir Kendaraan
Yang mengejutkan, bahkan pada hari H Idulfitri 1447 H, yang jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama tetap tinggi. Jasa Marga mencatat ada 197.119 kendaraan yang masih bergerak keluar Jabotabek pada momen krusial ini.
Mayoritas kendaraan pada hari H pun masih didominasi menuju arah Timur. Sekitar 57,5% kendaraan memilih rute ini, baik ke arah Trans Jawa maupun Bandung. Di GT Cikampek Utama, lonjakan mencapai 113,2% dari lalu lintas normal, dengan 68.374 kendaraan. Kenaikan signifikan juga terjadi di GT Kalihurip Utama menuju Bandung, yang mencatat 45.086 kendaraan, meningkat 13,9% dari kondisi normal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mungkin melakukan perjalanan mudik di saat-saat terakhir atau baru memulai perjalanan pasca-shalat Id. Hal ini menjadi catatan penting bagi Jasa Marga dalam mengelola arus balik yang pasti akan segera menyusul.