Harga bensin oktan 95 kini mencapai 3,27 ringgit (sekitar Rp 14 ribu per liter), naik dari sebelumnya 2,59 ringgit. Sementara oktan 97 melonjak menjadi 4,55 ringgit atau sekitar Rp 19.500 per liter.
Tak hanya bensin, harga solar juga mengalami lonjakan signifikan. Di Semenanjung Malaysia, harga solar kini mencapai 4,72 ringgit atau sekitar Rp 20 ribu per liter.
Indonesia Tetap Tahan Harga BBM
Berbeda dengan negara tetangga, Indonesia justru berhasil menjaga stabilitas harga BBM di tengah gejolak global.
Berdasarkan laporan Pertamina Patra Niaga per Maret 2026, harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan.
-
Pertalite: Rp 10.000 per liter
-
Biosolar: Rp 6.800 per liter
-
Pertamax: Rp 12.300 per liter
-
Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
-
Dexlite: Rp 14.200 per liter
Menariknya, konsumsi BBM di dalam negeri justru meningkat karena momen mudik Lebaran.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk menjaga harga BBM tetap stabil.
Menurutnya, tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia—yang kini sudah menembus 100 dolar AS per barel—akan diserap melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita absorb tekanan terhadap perekonomian di APBN. Kalau dilepas, nanti masyarakat bisa panik seperti di negara lain,” ujarnya.
Kebijakan ini diambil untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ancaman Selat Hormuz Jadi Kunci
Para analis menilai, masa depan harga energi global sangat bergantung pada situasi di Selat Hormuz.
Jika konflik terus berlanjut dan Iran benar-benar menutup jalur tersebut, maka lonjakan harga minyak bisa semakin tak terkendali.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa perang tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat langsung, tetapi juga masyarakat global.