Kesepakatan ini juga memiliki dampak strategis di kawasan Asia.
Dengan masuknya teknologi nuklir ke Vietnam:
-
Peta energi regional bisa berubah
-
Persaingan teknologi meningkat
-
Investasi di sektor energi semakin berkembang
Langkah ini menunjukkan bahwa Vietnam mulai serius mengembangkan energi masa depan.
Indonesia Targetkan PLTN Pertama Beroperasi 2032
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama dapat beroperasi pada tahun 2032.
Rencana ini telah tertuang dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034 (RUPTL), yang menjadi acuan pengembangan kelistrikan nasional dalam satu dekade ke depan.
Langkah ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia memperkuat ketahanan energi sekaligus beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan PLTN pertama memiliki kapasitas hingga 500 megawatt (MW).
Menurutnya, target ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk dalam perencanaan resmi pemerintah.
“Target kita 500 MW di tahun 2032, itu on grid nuklir sudah dimasukkan ke dalam perencanaan,” ujarnya.
Jika terealisasi, ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir pertama dalam sejarah Indonesia.
Selama ini, Indonesia mengandalkan berbagai sumber energi baru terbarukan (EBT) seperti:
-
Energi surya
-
Panas bumi (geothermal)
-
Tenaga air (hidro)