fin.co.id - Rusia dan Vietnam resmi menandatangani kesepakatan antar-pemerintah terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di Vietnam.
Penandatanganan berlangsung di Moskow pada Senin, usai pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara, khususnya di sektor energi dan teknologi tinggi.
Rosatom Jadi Motor Proyek PLTN
Perjanjian tersebut diteken oleh Alexey Likhachev selaku pimpinan Rosatom, bersama Tran Van Son.
Rosatom sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan energi nuklir terbesar di dunia yang memiliki pengalaman luas dalam pembangunan PLTN di berbagai negara.
Dengan keterlibatan Rosatom, proyek ini diprediksi akan menggunakan teknologi modern dengan standar keamanan tinggi.
Dorong Kerja Sama Teknologi Tinggi
Dalam pertemuan tersebut, PM Rusia Mikhail Mishustin menegaskan bahwa proyek PLTN ini tidak hanya soal energi, tetapi juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor lain.
Menurutnya, proyek ini akan memberikan dampak positif pada:
-
Pengembangan teknologi tinggi
-
Penelitian terapan
-
Transfer pengetahuan antarnegara
“Proyek ini akan menjadi pendorong kuat kerja sama di berbagai sektor,” ujar Mishustin.