Darurat Energi! Asia Mulai “Hemat Total”, WFH Diberlakukan hingga BBM Dibatasi

news.fin.co.id - 26/03/2026, 21:47 WIB

Darurat Energi! Asia Mulai “Hemat Total”, WFH Diberlakukan hingga BBM Dibatasi

Harga BBM Pertamina naik per 1 Maret 2026! Pertamax kini Rp12.300, Dexlite Rp14.200.Foto:Ilustrasi/Unsplash@ engin akyur

fin.co.id - Penutupan Selat Hormuz sejak 28 Februari 2026 menjadi pemicu utama guncangan besar di pasar energi dunia. Jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global itu kini terganggu, membuat distribusi energi internasional tersendat.

Dampaknya langsung terasa. Harga minyak mentah Brent melonjak tajam hingga menembus USD 110 per barel, memicu kekhawatiran krisis energi global yang meluas.

Situasi ini tak lepas dari memanasnya konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel, yang membuat kawasan Teluk menjadi tidak stabil.

Advertisement

Sejumlah negara di Asia langsung bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak krisis energi. Mulai dari pembatasan konsumsi BBM, kenaikan tarif listrik, hingga kebijakan kerja dari rumah (WFH) mulai diberlakukan.

Filipina Tetapkan Status Darurat Energi

Filipina menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Presiden Ferdinand Marcos Jr. resmi menetapkan status darurat energi nasional.

Langkah-langkah yang diambil cukup drastis:

  • Penghentian operasional pesawat tertentu

  • Peralihan pembangkit listrik dari gas ke batu bara

  • Rencana impor minyak dari Rusia

Filipina juga meningkatkan impor batu bara dari Indonesia untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil.

Myanmar Batasi Pembelian BBM

Di Myanmar, pemerintah mulai menerapkan sistem barcode dan QR code untuk pembelian bahan bakar.

Dengan sistem ini, jumlah BBM yang bisa dibeli masyarakat akan dibatasi secara ketat. Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa pasokan energi semakin menipis.

Advertisement

Singapura dan Malaysia Siaga Penuh

Singapura memperkirakan tarif listrik akan naik hingga 11 persen. Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk menghemat energi, sambil tetap memberikan bantuan bagi rumah tangga tertentu.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID