Iran Beri Ultimatum Tegas ke AS: Stop Pembunuhan, Bayar Reparasi, Hormati Selat Hormuz

news.fin.co.id - 27/03/2026, 09:47 WIB

Iran Beri Ultimatum Tegas ke AS: Stop Pembunuhan, Bayar Reparasi, Hormati Selat Hormuz

Iran resmi merespons 15 poin proposal Amerika Serikat melalui perantara. Teheran menuntut penghentian aksi pembunuhan, kompensasi perang, dan pengakuan kedaulatan Selat Hormuz.Foto:TNA

fin.co.id - Ketegangan antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Teheran secara resmi mengirimkan jawaban atas 15 poin proposal yang diajukan Washington. Melalui perantara internasional pada Rabu malam, Iran menegaskan sejumlah syarat mutlak yang harus dipenuhi jika Amerika Serikat benar-benar menginginkan penghentian konflik di kawasan tersebut.

Sumber terpercaya mengonfirmasi bahwa Teheran kini dalam posisi menunggu respons balik dari pihak Gedung Putih. Dalam dokumen jawaban tersebut, Iran menekankan bahwa segala bentuk tindakan agresif, termasuk aksi pembunuhan terencana terhadap tokoh-tokoh penting, harus segera dihentikan secara permanen.

Selain itu, Iran menuntut pembentukan kondisi konkret yang menjamin agar peperangan tidak kembali terulang di masa depan. Teheran juga secara tegas meminta jaminan pembayaran kompensasi dan reparasi perang yang ditentukan secara jelas sebagai konsekuensi atas kerusakan yang terjadi.

Kedaulatan Selat Hormuz Jadi Harga Mati

Advertisement

Salah satu poin krusial dalam respons tersebut adalah penegasan kembali kedaulatan Iran atas Selat Hormuz. Sumber tersebut menyatakan bahwa kontrol atas jalur pelayaran strategis itu merupakan hak alami dan legal yang dimiliki Iran. Pengakuan internasional terhadap hak ini dianggap sebagai jaminan atas pelaksanaan komitmen dari pihak lawan.

Tuntutan ini muncul di luar daftar permintaan yang sebelumnya diajukan Iran selama putaran kedua negosiasi nuklir di Jenewa beberapa waktu lalu. Teheran kini memperluas cakupan tuntutan demi keamanan menyeluruh bagi semua kelompok perlawanan yang terlibat dalam pertempuran di tingkat regional.

Kecurigaan Terhadap Intrik Washington

Meski telah mengirimkan jawaban, pihak Iran tetap menaruh kecurigaan besar terhadap niat asli Amerika Serikat. Teheran menyebut klaim negosiasi yang didengungkan Washington sebagai proyek "penipuan ketiga". Ada kekhawatiran bahwa Amerika Serikat hanya memanfaatkan isu perundingan untuk mencitrakan diri sebagai pihak yang damai di mata dunia.

Secara strategis, Iran menduga Washington memiliki agenda tersembunyi untuk menjaga harga minyak global tetap rendah dan mengulur waktu guna mempersiapkan agresi baru. "Kami mencurigai mereka sedang bersiap untuk melakukan invasi darat di wilayah selatan Iran melalui dalih negosiasi ini," ungkap sumber tersebut.

Riwayat ketidakpercayaan ini semakin diperkuat oleh pengalaman perang singkat 12 hari pada Juni 2025 lalu. Saat itu, Iran merasa Amerika Serikat justru memulai serangan di tengah proses negosiasi yang sedang berlangsung. Dengan situasi perang yang masih bergejolak, Teheran menegaskan tidak akan mudah tertipu oleh janji-janji diplomatik tanpa adanya bukti nyata di lapangan.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID